Jakarta, Semakin banyak kata yang didengar bayi, semakin cepat bayi belajar bicara. Demikian anggapan umum yang selama ini dipercaya orang. Namun penelitian terbaru oleh Universitas Wahington dan Universitas Connecticut menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan bahasa bayi lebih dipengaruhi oleh gaya bicara orang yang mengajak bicara.
Meski awalnya kurang jelas, celotehan yang dibuat anak saat berusia satu tahun adalah cikal bakal produksi kata saat dewasa. Semakin banyak celotehan yang anak buat, semakin baik pula kemampuan verbal anak tersebut ketika tumbuh dewasa.
Menurut penelitian, bayi berusia satu tahun lebih aktif berceloteh apabila sering diajak bicara dengan gaya kebayian, yaitu cara berbicara dengan vokal dipanjangkan dan dengan suara ditinggikan. Kemampuan bahasa bayi juga lebih baik apabila ketika diajak bercakap-cakap, orang tua terfokus pada satu anak saja. Demikian dikutip dari Daily Mail, Kamis (9/1/2013).
Penemuan terbaru yang dipimpin oleh Dr Patricia Kuhl ini menepis anggapan umum yang selama ini beredar, yaitu semakin banyak kata yang didengar bayi, semakin cepat perkembangan kosa kata bayi.
Ia dan para peneliti dari Universitas Connecticut, Ingris, melakukan penelitian terhadap ribuan potongan percakapan 30 detik antara orang tua dan bayi. Mereka mengukur efek gaya bicara biasa dibandingkan dengan gaya bicara kebayian. Mereka juga membandingkan efek pembicaraan yang terjadi hanya antara orang tua dan bayi dengan pembicaraan yang terjadi dalam kelompok.
Berdasar penelitian yang ia lakukan, perkembangan verbal bayi tak terlalu dipengaruhi oleh kuantitas kata yang didengar, tetapi lebih dipengaruhi oleh gaya bicara dan keadaan lingkungan saat bayi diajak bicara. Peneliti mengklaim bahwa orang tua yang berceloteh dengan gaya kebayian pada bayi mereka yang baru lahir dapat membantu anak untuk mempelajari lebih banyak kata-kata.
"Analisa kami menunjukkan bahwa prevalensi gaya bicara kebayian dalam percakapan terfokus dengan satu anak berkorelasi dengan perkembangan bahasa yang lebih bagus, baik yang sedang berlangsung maupun di masa mendatang," ungkap Dr Kuhl, pimpinan penelitian yang berasal dari Institute of Learning and Brain Sciences, Universitas Washington.Next
(
vit/vit)