ANTRIAN untuk berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo menggunakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terlihat panjang pada Kamis (9/1/2014). Salah satu staf marketing BPJS RSUD Pasar Rebo, Deddy Suryadi menanggapi terkait antrian panjang tersebut.
"Kita kan masih dalam tahap proses evaluasi, jadi sementara ini digabung semua. Saat ini kita masih mencoba 7 loket, tetapi nanti akan ada 12 loket,"jelas Deddy kepada Okezone di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (9/1/2014).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan ini. Deddy mengatakan bahwa sistem panggil antrian sudah diterapkan, dan nomor antrian BPJS untuk verifikasi sudah mulai dibuka jam 6 pagi.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa semua persyaratan peserta akan diverifikasi di loket BPJS. Kemudian, setelah semua persyaratan sudah siap, baru peserta menuju kasir tiap poli yang dia tuju.
"Jadi di setiap poli itu ada kasirnya, seperti poli paru lantai 1 ada kasirnya, poli jantung, rehap medik dan saraf kasirnya di lantai 4. Jadi, masing-masing poli ada kasirnya biar tidak menumpuk di tempat verifikasi,"tandasnya (ind)