Pages

Rabu, 25 Juni 2014

Sindikasi health.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal Health 
Book your hotel early for a discount!

You can reap the rewards with great discounts at participating Pullman, M Gallery, Grand Mercure, Novotel, Mercure, ibis and Formule 1 hotels.
From our sponsors
Pemeriksaan BRCA 1 & 2 Deteksi Kanker Payudara Tanpa Gejala
Jun 25th 2014, 03:25

SAAT mengalami benjolan tidak normal di payudara, wanita biasanya akan memeriksakan diri dengan mammografi untuk mendeteksi adakah potensi kanker payudara. Nah, pemeriksaan BRCA 1 dan 2 ini berguna mendeteksi kanker payudara tanpa gejala.

Head of Kalbe Genomics Laboratory Ahmad R. Utomo, PhD, menjelaskan bahwa pemeriksaan BRCA 1 dan 2 untuk wanita yang ingin memastikan risiko kanker payudara secara valid dan akurat. (Baca: Kanker Payudara 98 % Bisa Sembuh, Jika...)

"Pemeriksaan BRCA 1 dan 2 untuk mengevaluasi risiko kanker payudara wanita yang merasa punya turunan dari keluarga. Kan orang yang merasa tubuh normal, tidak bisa kelihatan sama sekali kalau tidak pakai mammografi," katanya dalam acara "Media Diskusi: Deteksi Risiko Melalui Pemeriksaan BRCA 1 dan BRCA 2", di Restoan TeSate, Jakarta Pusat, Selasa 24 Juni 2014.

Lebih dari itu, pemeriksaan juga untuk mengetahui seberapa persen seseorang memiliki risiko kanker payudara. "Jika ditemukan wanita memiliki risiko, jelas mereka jadi berisiko tinggi terkena kanker payudara. Tapi, seberapa tinggi? Pemeriksaan ini bisa memberikan gambaran itu, biasanya bakal di atas 80 persen. Dan, akan meningkat saat dokter mengetahui dia memiki gaya hidup tidak sehat," terangnya. (Baca: Waspada, 96 % Kasus Kanker Payudara Tidak Disertai Nyeri)

Hal senada disampaikan Dr dr Samuel J Haryono.Spb (K) Onk, SMF, Bedah Onkologi RS Dharmais. Dia menerangkan bahwa hasil pemeriksaan BRCA 1 dan 2 bisa detail dan akurat.

"Saat hasil laporan diterima dokter, di sana akan terlihat gen BRCA. Adakah yang termutasi? Dan, bagian mana saja? Pokoknya, pemeriksaan ini akan lebih spesifik menggambarkan termutasi suatu BRCA. Sehingga seseorang nantinya dikatakan dokter berisiko mengalami kanker payudara, misalnya, sekian persen," ungkapnya.

"Dan, setiap orang yang melakukan pemeriksaan ini akan berbeda-beda persentase risiko mereka terkena kanker payudara," simpulnya. (Baca: Cegah Kanker Payudara, Jangan Lupa ''Sadari'' Tiap Bulan) (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions