Jakarta, Ketika mendengar pertanyaan siapa yang harus mendapat vaksinasi, sebagian besar orang bisa saja menjawab vaksinasi hanya berlaku bagi anak-anak saja. Padahal, orang dewasa pun butuh vaksinasi lho.
"Makin bertambah usia imunitas seseorang menurun. Apalagi saat ini usia 30-40 tahun sudah kena diabetes atau penyakit kronis. Kalau imunitasnya rendah, rentan kena penyakit infeksi seperti herpes zoster (cacar ular), flu, dan pneumonia," tutur Prof DR dr Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI, FACP.
Namun pada kenyataannya, di Indonesia vaksinasi bagi dewasa belum populer. Salah satu faktornya, dikatakan Prof Samsu adalah salah pengertian bahwa vaksin hanya untuk anak-anak sehingga baksin bagi dewasa belum membudaya.
"Faktor lainnya vaksin belum disediakan oleh semua penyedia layanan kesehatan, masalah harga dan menurut survei di Australia orang dewasa tidak imunisasi karena memang dia tidak tahu tidak disarankan oleh dokter," lanjut Prof Samsu.
Vaksinasi pun diibaratkan Prof Samsu sebagai investasi untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Jika sudah membudaya di Indonesia, diharapkan alokasi dana kesehatan bisa digunakan untuk keperluan lain dan tidak terfokus pada upaya pengobatan masyarakat.
"Di Amerika, imunisasi terhadap 1 juta orang itu hasilnya 11 ribu tidak dirawat inap, 11 ribu orang tidak datang ke IGD, 359 ribu orang tidak ke dokter dan pada kasus cacar ular, 24 ribu orang tidak mengalami nyeri pasca herpes," kata Prof Samsu.
Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Seminar media '1 dari 3 Orang Berisiko Mengalami Herpes Zoster, Vaksin Pencegahan Diluncurkan' di Bunga Rampai Resto, Jl Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, seperti ditulis Rabu (25/6/2014).
(rdn/up)