Pages

Minggu, 29 Juni 2014

health.detik
Detik.com sindikasi 
Subscribe to Bloomberg Businessweek

Get Bloomberg Businessweek for 84% off what others pay on the newsstand - that's like getting 38 complimentary issues! Sign up today.
From our sponsors
Stok Sperma Turun, Inggris Antisipasi Klinik Nakal
Jun 29th 2014, 08:40

London, Di tahun 2005 pemerintah Inggris melarang tiap penduduknya, baik itu pria maupun wanita, mendonorkan sel telur dan spermanya dengan nama samaran atau alias. Hal ini tak pelak menyebabkan jumlah donor pun menurun drastis.

British Fertility Society pun melaporkan banyak klinik kesuburan yang kekurangan donor, terutama sperma. Memang sebagian klinik mengaku tetap memenuhi permintaan konsumen dengan mengimpor sperma dari Amerika Serikat dan Denmark yang memang paling diminati di seluruh dunia.

Ini pun diamini Human Fertilisation and Embryology Authority (HFEA). Data dari HFEA memperlihatkan sebelumnya 1 dari 4 sperma donor berasal dari luar negeri, namun sejak tahun 2005, angka ini naik jadi 1 banding 10.

Namun yang dikhawatirkan BFS bukan kekurangan donor sperma itu sendiri. Mereka justru cemas bila klinik-klinik kesuburan 'tergoda' untuk menerima sperma dengan kualitas abal-abal atau menurunkan standarnya agar tetap mendapatkan konsumen.

Padahal yang dirugikan tentu konsumen sendiri. "Sperma seperti ini hanya bisa disuntikkan ke dalam sel telur, bukan dengan inseminasi buatan. Ini membuat si pasien wanita harus melalui lebih banyak prosedur karena sel telurnya yang harus dikumpulkan. Bila spermanya berkualitas tinggi, si pasien hanya butuh inseminasi buatan saja," terang ketua BSF, Dr Allan Pacey seperti dikutip BBC, Sabtu (28/6/2014).

Dengan kata lain, konsumen dikenakan biaya yang lebih besar untuk menjalani inseminasi tapi dengan sperma yang kualitasnya di bawah standar. Belum lagi mereka dipaksa untuk menunggu lebih lama hanya untuk mendapatkan donor sperma.

Kedua, BSF khawatir bila pada akhirnya para konsumen memilih cara-cara berisiko seperti inseminasi rumahan, misal dengan memanfaatkan sperma teman atau mencari terapi di negara lain yang mungkin lebih murah tapi regulasi tentang terapi kesuburannya masih tidak seketat Inggris.

"Saya memang belum menemukan ada klinik yang begini, tapi saya kira ketika secara nasional kita kekurangan sperma, hal-hal itulah yang perlu kita cari dan antisipasi," imbuh Dr Pacey.

Selain Inggris, beberapa negara seperti Australia dan Kanada seringkali mengalami kelangkaan donor sperma dan membutuhkan sperma impor. Namun untuk urusan punya anak dari donor sperma ini Inggris bisa dibilang cukup fenomenal. Bagaimana tidak, di tahun 2012 saja tercatat 2.000 anak lahir tiap tahunnya berkat bantuan donor baik sperma, sel telur maupun embrio.

(lil/up)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
154520_99511288.jpg (image/jpg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions