Pages

Minggu, 22 Desember 2013

Tempo.co News Site
daily news from tempo.co 
Life mundane? Vegas baby!

Need some excitement in your life? Slots. Cards. Shows. Food. And all the things that happen in Vegas that stay in Vegas. Check out great deals on hotels.
From our sponsors
Perempuan Lebih Cepat Dewasa dari Laki-laki
Dec 21st 2013, 19:13

Berita Terkait

TEMPO.CO , Jakarta:Perempuan sering kali dinilai lebih mudah terbawa perasaan dari pada logika. Namun, perempuan lebih cepat dewasa dibanding kaum Adam.  Kesimpulan ini berdasarkan bukti hasil penelitian di Newcastel University.

Bagian otak manusia menjadi lebih kecil seiring bertambahnya usia. Para peneliti di Newcastle University menyebutkan anak perempuan mulai merampingkan otaknya pada umur 10 tahun. Sangat berbeda dengan laki-laki yang baru melakukannya pada usia sepuluh tahun setelahnya.

Otak mengecil ini memangkas konseksi antar sel-sel yang tak perlu. Sehingga, mesin pengolahan bekerja lebih ramping dan efisien. Para peneliti berkesimpulan bahwa hal itu membuktikan kenapa anak perempuan lebih cepat tumbuh dibanding anak laki-laki.

Dr Marcus Kaiser, seorang peneliti itu, mengatakan, cara berkembang semacam itu merupakan bagian dari proses belajar yang normal. "Otak secara keseluruhan masih berkembang tetapi kehilangan koneksi seiring kedewasaan," kata dia, Jumat, 20 Desember 2013.

"Ini ibarat anda datang ke sebuah pesta, anda ketemu banyak orang, semua orang berbicara dan Anda tidak dapat berkonsentrasi . Tetapi jika beberapa suara pergi, anda lebih mudah untuk mendengar." Perumpamaan tersebut mirip dengan otak. Seseorang akan lebih mudah bekerja jika beberapa koneksi tidak ada.

Para ilmuwan tersebut mengintip otak dari 121 orang berusia 4-40 tahun. Mereka melihat proses pemangkasan koneksi pada anak perempuan dimulai sekitar usia 10 tahun, dan sekitar 20 tahun untuk anak laki-laki. Peneliti lainnya, Sol Lim mengatakan hilangnya konektivitas selama perkembangan otak benar-benar membantu meningkatkan fungsi otak dengan reorganisasi jaringan lebih efisien.

"Dalam cara yang sama, mengurangi beberapa koneksi dalam otak membantu untuk fokus pada informasi penting," kata dia.

NUR ROCHMI | DAILYMAIL

Topik Terhangat
Atut Ditahan
| Timnas Vs Thailand | Mita Diran | Pelonco ITN | Petaka Bintaro

Berita Terpopuler
Cara Hatta-Sjahrir Tanamkan Patriotisme di Banda

Sisca Soewitomo: Kasih Ibu Selezat Masakan Indonesia

Olah Raga Ringan Kurangi Risiko Batu Ginjal

Petit Q, Celana Dalam Pria Supermini di Dunia

Lancome Rilis Parfum Harga Fantastis Rp 820 Juta  

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions