Pages

Rabu, 25 Juni 2014

health.detik
Detik.com sindikasi 
Clear Your Inbox Today

FollowUp.cc is a simple and easy tool to help your Inbox be more productive. FollowUp.cc works on any email system and any device - No login and no special software
From our sponsors
Semakin Populer, Besarkah Pengaruh Dirty Talk Ketika Foreplay?
Jun 25th 2014, 04:11

Jakarta, Selain sentuhan fisik di zona erotik, sentuhan kata melalui bisikan kata-kata romantis menjadi bentuk lain foreplay yang bisa dilakukan pasangan. Nah, selain kata-kata manis, pengucapan kata-kata vulgar atau yang dikenal sebagai dirty talk ketika bercinta juga semakin populer dilakukan pasangan.

Lalu bagaimana pengaruh dirty talk ketika bercinta menurut seksolog? Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd, FAACS, Guru Besar dari Departemen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali tidak menampik bahwa memang dirty talk merupakan bagian dari foreplay yang sedang populer. Akan tetapi ia meragukan intensitas rangsangan yang dihasilkan melalui pengucapan kata-kata vulgar tersebut.

"Dirty talk, atau sex by phone, jaman sekarang ini sudah banyak berkembang. Tentu saja itu bagian dari foreplay, namun intensitas rangsangannya sangat kecil, tetap butuh rangsangan nyata untuk foreplay," tutur Prof Wimpie ketika dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu (25/6/2014).

Rangsangan nyata yang dimaksud Prof Wimpie adalah rangsangan fisik yang berupa sentuhan, rabaaan, ciuman hingga gigitan kecil di zona-zona erotik tubuh seseorang. Ia pun menganjurkan agar dirty talk hanya digunakan sebagai pelengkap foreplay saja.

Lebih lanjut, dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpKFR, MKes dari Klinik Kamar Sutera mengatakan sebelum melakukan dirty talk, sebaiknya hal tersebut dibicarakan dahulu antara pasangan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang malah menyebabkan salah satu pihak menjadi off atau gairah seksualnya menurun.

"Memang dalam kondisi tertentu, penggunaan kata-kata vulgar bisa membangkitkan gairah seksual. Akan tetapi sebaiknya harus dikomunasikan kalau nggak nanti salah satu mikir kenapa pasangannya kok ngomong jorok begitu," ungkap dr Ferryal ketika dihubungi terpisah.

Dirty talk menjadi populer setelah penulis Evan Michaels membuat panduan mengenai penggunaan dirty talk ketika bercinta. Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya cara memulai dirty talk sangat mudah yakni dengan memberi tahu pasangan pa yang telah membuat Anda 'turn on' saat berhubungan seks. Kemudian katakan padanya apa yang ingin Anda lakukan padanya di lain waktu.

"Orang-orang ingin tahu apakah mereka telah memberikan performa yang baik (di ranjang). Hal itu membuat mereka merasa menarik dan berharga. Dan dirty talk adalah cara terbaik bagi Anda untuk memberitahu pasangan Anda tentang hal itu," tulis penulis Evan Michaels dalam bukunya.

(up/up)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
110610_pasangan2tsdpn.jpg (image/jpg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions