Jakarta, Cacar ular memang rentan dialami lansia atau orang-orang yang memiliki sistem imun rendah. Meski begitu, cacar ular juga bisa terjadi pada remaja, dewasa muda dan anak-anak, walaupun penyakit ini bersifat swasirna.
"Cacar ular sifatnya swasirna, akan hilang dengan sendirinya. Tapi saat mengalami gejala cacar ular, segera bawa ke dokter supaya segera ditangani dengan pemberian obat antivirus dan antinyeri," tutur dr Hanny Nilasari, SpKK(K), dari kelompok Studi Herpes Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin.
Pengobatan cacar ular dikatakan dr Hanny bertujuan mempercepat proses penyembuhan, menurunkan derajat nyeri dan komplikasi. Saat proses pengobatan, perlu juga kerja sama dari pasien yakni dengan cukup istirahat dan asupan makanan.
"Pasien perlu pakai baju longgar supaya lepuhnya ini nggak tergesek, jangan menggaruk lentingan, selalu mandi, menjaga kulit agar tetap kering dan bersih, serta bisa memberi kompres dingin untuk mengurangi nyeri," terang dr Hanny.
Hal itu ia sampaikan di sela-sela Seminar media '1 dari 3 Orang Berisiko Mengalami Herpes Zoster, Vaksin Pencegahan Diluncurkan' di Bunga Rampai Resto, Jl Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, seperti ditulis Rabu (25/6/2014).
Saat mandi, dr Hanny menyarankan agar tidak menggosok tubuh terlalu kencang karena bisa menyebabkan pecahnya lepuhan. Akibatnya, mudah terjadi infeksi sekunder dan kelainan pun meluas. Untuk sabun, sebaiknya gunakan sabun yang melembabkan kulit.
"Cacar ular kalau mengenai orang dengan daya imun kompeten, akan hilang begitu saja dalam waktu 3 sampai 4 minggu. Tapi perlu dicek ke dokter untuk tahu gimana status imun kita," tegas dr Hanny.
Lantas, bagaimana mencegah timbulnya cacar ular? "Selain hidup sehat, seimbangkan pola makan, istirahat, olahraga terutama untuk yang usianya di atas 40 tahun. Juga kurangi rokok atau tidak sama sekali karena merokok bisa menurunkan imunitas. Pada anak, cacar ular bisa dicegah dengan vaksinasi," jelas dr Hanny.
Terkait stigma jika herpes berputar di tubuh lalu bertemu di tengah akan membuat penderitanya meninggal, dr Hanny menjelaskan bahwa makin menyebarnya herpes berarti sistem imun sangat rendah yang bisa mengakibatkan komplikasi.
"Komplikasi yang timbul bisa terjadi pda organ dalam misalnya pneumonia, nah meninggalnya itu karena komplikasinya itu, bukan herpesnya. Makanya perlu penanganan sedini mungkin," kata dr Hanny.
(rdn/up)