Pages

Rabu, 25 Juni 2014

Berita Dunia Kesehatan Terbaru, Tips Posisi Seks, Cara Diet Sehat
Berita Kesehatan Liputan6.com menyajikan kabar terbaru dunia kesehatan, tips hidup sehat, cara diet alami hingga posisi gaya seks terpopuler 
Shop the Official Crayola Store

Find art supplies for outdoor play, coloring books for indoor play and lots more. Visit our colorful online store today.
From our sponsors
Ekstasi, Penurun Stres yang Membahayakan
Jun 25th 2014, 04:03, by Fitri Syarifah

Liputan6.com, Jakarta Ekstasi atau MDMA (methylene dioxy methamphetamine) merupakan obat terlarang yang populer. Di kelasnya, obat ini sering disalahgunakan sehingga termasuk obat-obatan terlarang. Padahal obat ini berperan dalam mengobati gangguan stres pascatrauma.

Pada 2010, Journal of Psychopharmacology menyebutkan, 80 persen penderita stres berat mampu bekerja kembali. Tapi perlu digarisbawahi, gangguan stres atau posttraumatic stress disorder (PTSD) yang dimaksud meliputi kecemasan berlebihan yang sifatnya traumatis. Dan untuk pengobatan, harus didampingi dokter dengan terapi.

Masalah lainnya, ternyata tak semudah itu, karena sifat ekstasi yang menyenangkan membuat penggunanya ketagihan dan ketergantungan.

WebMD, Selasa (24/5/2014) melaporkan, sebuah penelitian pada 2012 yang diterbitkan dalam jurnal Addiction menyebutkan bahwa ekstasi menyebabkan masalah ingatan. Dalam studi tersebut ditemukan, penggunaan obat hingga 10 tablet sehari dapat menyebabkan pikun
seketika, atau kerusakan area hippocampus.

Direktur Penyelahgunaan Obat di Rumah Sakit Hillside Zucker di Glen Oaks, NY, Bruce Goldman mengatakan, masalah yang buruk bila seseorang mengonsumsi pil ekstasi adalah keinginan untuk mengonsumsi zat lain termasuk alkohol dan kokain. Sehingga dalam skenario ini, ekstasi menempatkan seseorang untuk berada pada risiko seks bebas yang menyebabkan penularan penyakit menular seksual.

Harris Stratyner, PhD, setuju. Dia adalah wakil presiden dari New York Daerah Layanan Klinis di Caron Treatment Center di New York City. Dia telah melihat bagaimana obat ini dapat menghancurkan kehidupan.

"Ekstasi merupakan obat halusinogen yang sangat berbahaya dan kami tahu bahwa selama bertahun-tahun," katanya. "Bahkan hanya akan rave dan mengambil satu pil ekstasi menempatkan Anda pada risiko untuk menjadi terlalu panas." Overheating yang parah dapat merusak organ-organ vital atau menyebabkan kematian.

"Menggunakan sesedikit 10 pil ekstasi per tahun dapat memiliki efek merusak pada memori jangka pendek dan bahkan mungkin memiliki efek lebih besar pada semua fungsi kognitif," katanya.

Melihat ekstasi sebagai obat berbahaya, Wakil Presiden untuk New York Clinical Regional Services- Caron Treatment Centers di New York mengatakan, ekstasi merupakan obat halusinogen yang sangat berbahaya selama bertahun-tahun. Konsumsi berlebihan dapat merusak organ vital dan kematian.

"Menggunakan 10 pil ekstasi per tahun dapat berefek pada kerusakan memori jangka pendek dan semua fungsi kognitif," katanya

(Gabriel Abdi Susanto)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions