Ilustrasi (dok: Thinkstock) Jakarta - Pasca pengobatan kemoterapi, pasien umumnya merasakan efek samping yang tidak nyaman. Efek samping tersebut meliputi perubahan indra perasa yaitu gangguan mulut, perubahan perilaku, nyeri karena gangguan saraf, kerontokan rambut, penurunan atau peningkatan berat badan.
Dari sekian banyak efek samping, perubahan pada indra perasa dan masalah mulut seperti sariawan mempengaruhi pola makan pada pasien kemoterapi. Akibat rasa yang berubah pasien kemoterapi dapat kehilangan nafsu makannya dan dapat berlangsung selama beberapa hari, minggu, bulan, atau bahkan tahunan tergantung dari seberapa lama pengobatan yang dijalani pasien.
Hilangnya nafsu makan mengganggu asupan nutrisi pada tubuh, padahal seorang pasien membutuhkan nutrisi yang lebih karena ia membutuhkan nutrisi untuk melawan sakit kanker dan kebutuhan tubuh. Pada beberapa kasus komplikasi pada mulut seperti sariawan akut, dibutuhkan suplemen dan nutrisi alternatif.
Ditemui pada acara seminar di Yayasan Anyo Indonesia (YAI), Jakarta, dr Angky Tri Rini K.E, SpA (K), dari RS Omni Pulomas memberikan beberapa tips bagi para orangtua atau pasien kemoterapi lainnya yang menghadapi masalah tersebut, seperti ditulis Selasa (24/6/2014).