Pages

Selasa, 24 Juni 2014

Berita Dunia Kesehatan Terbaru, Tips Posisi Seks, Cara Diet Sehat
Berita Kesehatan Liputan6.com menyajikan kabar terbaru dunia kesehatan, tips hidup sehat, cara diet alami hingga posisi gaya seks terpopuler 
Shop Tervis tumblers.

Create a one of a kind personalized gift. It's fun and easy to design!
From our sponsors
Stres Bikin Lambung Terluka
Jun 23rd 2014, 22:00, by Aditya Eka Prawira

Kalau orang merasa stres, marah, dan tertekan, akan merasakan sakit pada perutnya. Apa alasannya?

Liputan6.com, Jakarta ​Risiko pendarahan pada saluran pencernaan mengintai orang yang terlalu dalam memikirkan suatu hal hingga ia stres. Akibatnya, produksi asam dalam lambung akan berlebihan dan merangsang terjadinya hal-hal tidak mengenakan seperti ini.

Prof. Dr. dr. Ignatius Riwanto, Sp.BD dalam seminar Natural Wellness Symposium SOHO Global Health di Grand Ballroom Grand City, Surabaya, Jawa Timur, ditulis Health Liputan6.com pada Senin (23/6/2014) menjelaskan, sel parietal akan dirangsang oleh asetilkolin, salah satu saraf nervus vagus dari otak. Sehingga, ketika individu terlalu mendalam memikirkan suatu hal, maka saraf nervus vagus juga akan teraktivasi.

"Lalu, asetilkolin akan meningkat yang merangsang sel parietal sehingga asam lambungnya meningkat," kata Ignatius menerangkan.

Untuk mencegahnya, Kepala Divisi Bedah Digestive Departemen Bedah RSUP Dr. Kariadi Semarang, menyarankan, agar individu yang mengalaminya dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi sehingga terhindar dari stres.

Selain itu, apa pun kondisinya sehingga lambung harus bekerja keras akan mengakibatkan pendarahan di saluran cerna.

"Kalau produksi asam berlebihan itu bisa merusak mukosa, lalu bikin tukak, bikin borok, lalu berdarah. Bisa juga, kalau kita minum obat-obatan yang merusak selaput mukosa, bikin luka dan berdarah," kata Ignatius menjelaskan.

Umumnya, kata Ignatius menambahkan, kondisi tidak mengenakkan seperti ini terjadi pada orang dewasa. Berkisar pada usia 30 sampai 60 tahunan.

Lebih lanjut Ignatius menerangkan, pasien dengan muntah darah, merupakan tanda bahwa telah terjadi pendarahan di lambung dan usus dua belas jari. Sementara berak darah, adalah tanda terjadinya pendarahan di usus halus dan usus besar sampai dubur.

Pendarahan pada saluran pencernaan bervariasi. Dari yang sangat ringan hanya berupa bercak-bercak merah atau kehitaman yang bila berlangsung lama dan memicu terjadinya anemia sampai perdarahan akut. Kondisi ini bisa menyebabkan syok dan berujung pada kematian.

(Gabriel Abdi Susanto)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
sakit-perut.jpg
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions