Pages

Rabu, 30 April 2014

Sindikasi health.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal Health 
Book your hotel early for a discount!

You can reap the rewards with great discounts at participating Pullman, M Gallery, Grand Mercure, Novotel, Mercure, ibis and Formule 1 hotels.
From our sponsors
Meski Jalani Gaya Hidup Sehat, Kematian Mendadak Tak Dihindari
Apr 30th 2014, 08:44

MEMILIKI gaya hidup sehat seperti pola makan sehat dan berolahraga secara teratur kerap bisa mengurangi risiko penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan lain-lain. Tetapi tidak untuk orang yang sudah memiliki kelainan pada jantungnya.  
Dr. Jeremy Chow, MBBS, MRCP (UK), MRCP (London), M. Med (Int Med), FAMS, ahli jantung dan electrophysiologist, Certified Cardiac Device Specialist dari Asian Heart & Vascular Centre Gleneagles Medical Centre Singapore menjelaskan, kita tahu manfaat dari gaya hidup sehat dalam mencegah berbagai penyakit, tapi sejatinya pola gaya hidup sehat pun tak bisa mencegah seseorang mengalami kematian mendadak.
 
"Tidak ada makanan yang bisa mencegah kematian mendadak. Bahkan pola makan sehat juga, hal itu tidak bisa mencegah dari kematian mendadak, " jelasnya saat bincang-bincang dengan media di Novotel Mangga Dua Square, Jl. Gunung Sahari Raya, Jakarta Utara, Selasa, 29 April 2014.
 
Melakukan olahraga secara teratur untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya pun tak bisa sepenuhnya mencegah kematian mendadak. Hal itu lantaran orang yang berisiko mengalami kematian mendadak ialah orang yang memang mengalami kelainan atau ketidaknormalan pada jantung. Sehingga memudahkan dia mengalami kematian mendadak, urai Dr. Jeremy.
 
"Penyebab hingga seseorang bisa mengalami kematian mendadak adanya ketidaknormalan dalam organ jantung, misalnya saja otot jantung menebal. Kemudian, penyakit jantung bawaan entah itu karena katupnya yang rusak ataupun otot pada jantung bermasalah. Selanjutnya, gangguan irama jantung yang tidak normal karena adanya infeksi pada jantung. Hal ini bisa disebabkan karena virus atau bakteri yang berkembang dalam organ jantung.
 
Terakhir, adanya abnormal arteri pada jantung seseorang. "Abnormal arteri karena adanya penyumbatan pada sesuatu, sehingga seseorang mengalami sudden death," ungkapnya.
(tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions