Pages

Selasa, 29 April 2014

health.detik
Detik.com sindikasi 
Take the Style Quiz

Join JustFab and get one pair of extraordinary shoes or bag every month, handpicked for you by our fashion experts.
From our sponsors
Virus Korona Memang Mematikan, Tapi Bisa Dicegah dengan Cara-cara Ini
Apr 29th 2014, 01:45

Jakarta, Virus korona yang menyebabkan penyakit Midle East Respiratory Syndrome (MERS) memang mematikan. Setidaknya seorang warga negara Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, dilaporkan meninggal setelah terjangkit virus tersebut. Meskipun mematikan, namun penularan virus ini bisa dicegah kok.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama dalam siaran pers, Selasa (29/4/2014), menyampaikan beberapa cara pencegahan penularan virus korona:

1. Selalu jalankan pola hidup sehat.
2. Menjaga hygiene perorangan.
3. Rajin rajin cuci tangan pakai sabun. Bila tangan tidak tampak kelihatan kotor gunakan antiseptik.
4. Bila diperlukan (mereka dengan penyakit kronik, di kerumunan orang, badan tidak fit dan lain lain) gunakan masker.
5. Mematuhi praktik-praktik pengamanan makanan seperti menghindari daging yang tidak dimasak atau penyediaan makanan dengan kondisi sanitasi yang baik.
6. Mencuci buah dan sayuran dengan benar.
7. Menghindari kontak yang tidak perlu dengan hewan-hewan yang diternakkan, hewan peliharaan dan hewan liar.

Prof Tjandra mewanti-wanti jemaah umroh yang kembali ke Tanah Air dalam keadaan sakit saluran pernapasan akut disertai demam dan batuk, di mana keadaan ini cukup mengganggu kegiatan sehari-hari, maka pada periode 14 hari setelah kembali untuk segera mencari pengobatan. Yang bersangkutan juga diimbau memberitahu otoritas kesehatan setempat.

Dia menambahkan orang–orang yang kontak erat dengan jemaah atau pelancong yang mengidap gejalaatau tanda sakit saluran pernapasan akut yang disertai demam dan batuk sehingga cukup mengganggu kegiatan sehari-hari maka disarankan untuk melapor ke otoritas kesehatan setempat. Hal ini dimaksudkan untuk mendapat pemantauan MersCoV dengan membawa kartu health alert yang dibagikan ketika berada di atas alat angkut atau ketika tiba di bandara kedatangan.

Sebelumnya diberitakan seorang WNI berinisial NA (61) meninggal karena terinveksi MERS pada 27 April lalu, setelah sepekan dirawat di RS. Kemenkes juga pernah melaporkan adanya kasus MERS CoV pertama di Malaysia. Penyakit itu menjangkiti seorang warga negara Malaysia berusia 54 tahun setelah kembali dari Arab Saudi.

Orang tersebut dikabarkan melakukan kontak langsung dengan unta dan minum susu unta, walaupun tidak jelas darimana sumber penular penyakit sebenarnya. Untuk diketahui hingga saat ini sudah ada sekitar 239 kasus infeksi virus korona, di mana 93 pasiennya meninggal dunia.

(vit/mer)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
084444_arabuntats.jpg (image/jpg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions