Apakah itu facial plasenta, vajazzling, atau pedikur ikan? Perawatan kecantikan aneh tampaknya telah menjadi hal biasa beberapa tahun terakhir ini. Namun seperti yang NY Magazine ungkap, perawatan kecantikan aneh juga sudah ada sejak zaman dulu.
Dari make up beracun pada era pemerintahan Ratu Elizabeth I hingga tetes mata beracun yang terbuat dari nightshade mematikan, sejarah perawatan kecantikan sama anehnya dengan masa kini. Sebagian besar perawatan itu lebih mengerikan, di antaranya metode menyakitkan untuk memperpanjang bulu mata yang diulas The Dundee Courier edisi 1899.
Di bawah judul Eyes May Be Had By Transplanting The Hair, potongan berita itu menjelaskan bagaimana bulu mata yang lebih panjang bisa didapat dengan menjahit rambut dalam kelopak mata. Artikel ini menyimpulkan, "Tidak ada yang lebih sakit dari proses tanam bulu mata."
Jika itu tidak cukup untuk membuat Anda bergidik ngeri, ada juga metode sangat berbahaya untuk menghilangkan rambut berlebih. Satu tahun setelah penemuan X-ray oleh Wilhelm Roentgen pada 1895, dokter dan dermatologists menggunakan sinar itu untuk mengobati segala sesuatu, mulai dari rambut yang berlebih hingga jerawat.
Pengobatan tersebut memang mampu menghilangkan rambut, tapi berada di bawah sinar-X selama 20 jam juga menyebabkan luka bakar hingga kanker. Meskipun efek samping terlalu lama terkena sinar-X telah dicatat dalam laporan tahun 1909, baru pada 1920 konsekuensi sinar tersebut dipahami sepenuhnya.
Dan sinar-X bukanlah satu-satunya radioaktif yang dijadikan perawatan kecantikan oleh wanita di era Victoria akhir dan awal abad ke-20. Radium bahkan digunakan sebagai bahan perawatan kulit yang mahal, seperti dilansir Dailymail.
Pada salah satu iklan perusahaan krim malam dan sabun kulit bernama Radior di tahun 1915 tertulis, "Air mancur awet muda dan kecantikan akhirnya telah ditemukan pada Energy Rays of Radium. Ketika para ilmuwan menemukan radium, mereka hampir tidak bermimpi telah menemukan 'rahasia kecantikan' revolusioner. Radium Rays menghidupkan dan memberi energi semua jaringan hidup."
Selain radium dan sinar-X, bahan populer lainnya yang dijadikan ramuan kecantikan adalah arsenik. Racun yang cepat bereaksi ini digunakan oleh wanita era Victoria untuk mendapatkan kulit yang pucat dan sempurna. Sayangnya, produk ini justru membunuh sel-sel darah merah dan membuat penggunanya mengalami kebotakan.
Zat berbahaya lain seperti merkuri pun digunakan untuk menyembuhkan jerawat dan syphillis. Merkuri adalah zat yang mudah diserap melalui kulit dan bisa menyebabkan cacat lahir, masalah ginjal dan hati, kelelahan, lekas marah, tremor, dan depresi.
Dan itu belum semua. Pomade rambut dari lemak babi yang menarik hewan pengerat dan make up yang mengandung timbal menjadi bisnis besar hingga memasuki abad ke-20. Jejak merkuri dan timbal masih ditemukan dalam beberapa produk masa kini seperti formaldehida beracun yang digunakan dalam keratin blow-drys.
(tty)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.