Posted: 24/12/2013 10:45
(Ilustrasi)
Liputan6.com, Dunia pendidikan Indonesia dihebohkan dengan munculnya kuesioner ukuran alat kelamin. Kuesioner ini dibagikan untuk siswa SMP kelas 1 yang kabar awalnya merupakan syarat masuk sekolah.
Kuesioner yang sempat menghebohkan wilayah Sabang, Aceh dan Sleman, Jawa Tengah itu ternyata masuk dalam buku Pedoman Petunjuk Teknis (juknis) Penjaringan Kesehatan Tingkat Anak Sekolah Lanjutan milik Kementerian Kesehatan. Isian mengenai ukuran alat kelamin tercantum di halaman 42 dan 43. (Baca Juga :[VIDEO] Kuesioner Ukur Kelamin Juga Ditemukan di Sleman )
Menteri Pendidikan dan Mebudayaan, M Nuh sempat menyatakan keberatannya atas program Kuesioner Kesehatan Remaja yang diadakan Kementrian Kesehatan di SMP dan SMA. Menurutnya kuesioner yang membahas ukuran alat kelamin siswa sangat tidak mendidik.
"Jelas Kami keberatan. Kalau memang bentuk untuk menanyakan tentang yang dimiliki siswa seperti apa-apa (kelamin) sama sekali tidak mendidik. Tabu. Saya akan undang siapa penyelenggara dan penanggung jawabnya," kata M Nuh di Jakarta.
M Nuh akan minta duduk perkara dan tujuan pertanyaan itu diajukan ke siswa. Ia bahkan minta kegiatan kuesioner itu dihentikan sampai ada kejelasan.
"Saya akan tanya Ibu Menkes karena selama ini saya belum pernah bicara dengan beliau, urusan itu. Ok, lebih baik kita duduk bersama, tujuannya apa?" jelas M Nuh.
Kemendikbud juga mengonfirmasi pihak penyelenggara pada Senin 9 Septermber 2013 tapi bukan pihak sekolah. (Baca Juga :Mendikbud: Kuesioner Ukuran Kelamin Distop Dulu)
Berita Rekomendasi
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.