Pages

Minggu, 22 Desember 2013

health.detik
Detik.com sindikasi 
Compare Hotels

Find great prices for amazing hotels wherever your next destination may be. It's simple to search 100+ sites at once!
From our sponsors
Soal Menyusui, Ini Pesan dari Pakar ASI di Hari Ibu
Dec 22nd 2013, 08:02

Jakarta, Tidak semua perempuan sukses memberikan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif pada bayinya sesuai dengan anjuran para pakar kesehatan. Menurut seorang pakar ASI, peringatan hari ibu adalah momen yang pas untuk memberikan dukungan.

"Jangan salahkan ibu jika tidak bisa menyusui," pesan dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM, pakar ASI dari RS Carolus Jakarta, saat ditemui di peluncuran buku 'BreastFriend: InspirASI 22 Ibu Menyusui' di Pasific Place, Jakarta Selatan, Minggu (22/12/2013).

Menurut dr Utami, ada banyak faktor yang membuat perempuan gagal memberikan ASI eksklusif. Keinginan untuk melakukan anjuran para ahli kesehatan yakni menyusui secara eksklusif hingga anak berusia 6 bulan ada, namun banyak faktor penghalangnya.

Dukungan dari pasangan sangat diperlukan dalam mengatasi berbagai halangan tersebut. Dikatakan oleh dr Utami, keberhasilan ASI Eksklusif mencapai 98,1 persen bila didukung ayah yang melek ASI sedangkan jika tanpa dukungan maka keberhasilan hanya 26,9 persen.

Tenaga kesehatan dan sarananya, termasuk rumah sakit, juga perlu memberikan dukungan. Selain dengan memberikan informasi yang tepat dan lengkap tentang ASI Eksklusif dan manfaatnya, juga dengan mendorong Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sejak saat bayi dilahirkan.

Di tempat kerja, kebijakan-kebijakan perusahaan pun diharapkan lebih memberi kesempatan bagi ibu menyusui. Bagi pekerja kantoran mungkin sudah banyak fasilitas yang tersedia, namun bagi buruh-buruh harian kondisinya masih memprihatinkan.

"Untuk mengambil cuti, mereka (buruh yang menyusui) tidak mau karena kalau cuti nanti tidak dapat upah. Harus dipikirkan bagaimana mereka tetap dapat uang, dan bisa memberikan ASI ekslusif untuk bayinya," tambah dr Utami.

Terakhir, dr Utami berharap agar pemerintah lebih tegas menegakkan peraturan. Ia mengusulkan sebuah lembaga semacam KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tapi yang khusus ditujukan untuk menegakkan peraturan-peraturan tentang pemberian ASI Eksklusif.

(up/vta)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
151427_photo.jpg (image/jpg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions