Pages

Selasa, 15 Oktober 2013

health.detik
Detik.com sindikasi 
Manage your social media

Best social media tool for image publishing to Facebook and Twitter. Look amazing and delight your followers. Get 40% off when you sign up today.
From our sponsors
Ketika Ibu-ibu Galau, Ambisius Sekaligus Ingin Manjakan Anak
Oct 15th 2013, 02:16

Amsterdam, Belanda, Beberapa perwakilan pelajar Indonesia di Belanda mengaku punya orang tua ambisius, banyak mengarahkan anak agar punya nilai lebih dalam perkembangannya. Banyak yang berhasil, namun tak sedikit pula orang tua yang malah jadi galau.

Anna Surti Ariani, psikolog anak dan keluarga dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia menyebut orang tua seperti ini sebagai tipe orang tua moderat. Tidak sekadar memberi kebebasan pada anak, tetapi punya ambisi dan cita-cita tertentu dari sang anak.

Psikolog yang akrab dipanggil Nina ini berpendapat, tuntutan zaman belakangan ini cenderung banyak melahirkan tipe orang tua moderat. Pada zaman dahulu, anak-anak dididik untuk disiplin dengan cara-cara otoriter misalnya diomeli dan dimarah-marahi.

Saat tumbuh dewasa, mereka mengalami semacam trauma yang membuatnya melakukan hal sebaliknya pada anak-anaknya. Artinya, sebagian dari mereka lantas memperlakukan anaknya dengan lebih permisif karena tahu bahwa diomeli itu tidak enak. Namun hasilnya hasilnya adalah anak-anak yang manja, daya juangnya rendah, tidak sensitif, dan sulit hidup mandiri.

Menurut Nina, hal ini mendorong munculnya tipe orang tua yang mengombinasikan nilai-nilai disiplin yang ia dapat dari zaman dahulu dengan kelembutan dari tipe orang tua yang permisif. Kombinasi itulah yang kemudian disebut dengan tipe orang tua moderat, dan banyak dianjurkan para psikolog.

"Ibu-ibu sekarang jadinya agak-agak galau, antara ingin memanjakan anak tapi mereka tahu memanjakan itu nggak benar," jelas Nina kepada detikHealth, seperti ditulis pada Selasa (15/10/2013).

Nina menjelaskan, dalam psikologi dikenal ada 4 jenis parenting style. Moderat dan permisif adalah 2 di antaranya, sedangkan sisanya adalah otoriter dan neglect yang sama-sama ekstrem. Jika otoriter terlalu membatasi anak, neglect sama sekali tidak mengurusi anak. "Produk oran tua neglect itu contohnya ya anak-anak yang mainin HP melulu," kata Nina.

(up/vit)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Media files:
091822_feedingforce.jpg (image/jpg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions