Pages

Rabu, 30 Oktober 2013

Sindikasi health.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal Health 
Fun with Brazilian Portuguese

Learn the tips and tricks to speak colloquial Portuguese in a natural and confident manner. Enroll today for just $69!
From our sponsors
Kaki Diabetik, Haruskah Selalu Diamputasi?
Oct 30th 2013, 09:46

KATA siapa orang yang memiliki kaki diabetik harus diamputasi. Nyatanya hal itu, tak selalu demikian. Sebab ada cara ballooning dan operasi bypass yang bisa menyelamatkan penyakit itu.

Kaki diabetik biasanya terjadi akibat penyakit arteri perifer, yang merembet jaringan saraf pada bagian kaki jadi mati. Alhasil, tinggal dipantik saja dengan luka kecil akan sulit disembuhkan dan akhirnya membusuk. Bagi penderita diabetes, kondisi itu harus dihindari sejak dini. Pasalnya, kondisi itu sering membuat kaki diamputasi. Namun demikian, kondisi kaki diabetik tak harus dilakukan pengamputasian, sebab cara operasi bypass dan ballooning bisa dijadikan jalan keluar.

"Saat kaki sudah mengalami infeksi atau mulai ada pembusukan, cara yang bisa dipakai untuk menyelamatkan itu, ialah dengan operasi bypass atau cara ballooning. Operasi bypass bisa dilakukan dengan membedah bagian kaki yang jaringannya sudah mati, kemudian mengambil jaringan yang masih baik dari bagian tubuh lain untuk bagian jaringan kaki yang sudah mati. Dan itu berarti jaringan kaki secara keseluruhan harus masih bagus," kata dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, Kepap Divisi Metabolik Endoktrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK-UI/ RSCM dalam acara yang bertema Kaki Diabetik, Haruskah Selalu Diamputasi?, di Hotel Mandarin Oriental lantai 3, MH. Thamrin, Rabu (30/10/2013).

Selain itu, upaya ballooning atau pemasangan ring adalah upaya yang diperuntukan untuk mengatasi penyempitan atau pembuluh darah. Di mana kondisi itu merupakan biang keladi jaringan di kaki mengalami kerusakan dan mati, alhasil kaki mengalami pembusukan. Menurutnya, upaya ini sangat efektif untuk mengatasi kaki diabetik, namun juga harus didukung gaya hidup sehat agar tak mengalami reamputasi (pengamputasian ulang).

"Dengan tindakan ballooning maka salah satu masalah yang menghambat proses penyembuhan luka pada kaki diabetik bisa diperbaik. Kendati demikian, proses sembuh tidaknya luka pada kaki diabetik ini akan ditentukan oleh faktor-faktor lain, terutama kadar kolesterol, hipertensi, dan gula darah," terangnya.

dr. Em Yunir menyarankan bahwa para diabetes harus selalu waspada terhadap kelainan yang timbul pada kaki, seperti adanya penebalan kulit keras, pembengkakan, deformitas dan warna permukaan kulit yang berubah menjadi hitam. Bila dalam keseharian menemukan kondisi itu, jangan ragu untuk mendapat penanganan tepat. (ind)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions