SOAL penampilan, Syahrini termasuk selebriti yang kerap mendapat sorotan. Apalagi sepanjang tahun ini, dia kerap membuat sensasi melalui berbagai busananya.
Ya, busana yang dikenakan Syahrini memang serbagemerlap. Mulai dari busana berhiaskan mutiara yang dinamainya
Queen of Pearl, lalu busana Pelangi Nusantara Bhineka Tunggal Ika yang bernuansa Indonesia, Dewi Kaca hingga busana dari
stainless steel seberat 30 kg.
Meski begitu, menurut pengamat gaya hidup dan mode Sonny Muchlison, penampilan Syahrini tersebut dianggap sebagai titik keterpurukannya.
"Dia semakin terpuruk, tidak bisa menguraikan
dress code. Buat dia yang penting kinclong, sampai mengendarai mobil juga. Padahal, harusnya bisa membedakan. Kayak OKB," ujarnya saat dihubungi
Okezone melalui sambungan telefon, Senin, 23 Desember 2013.
"Pakaian itu
attitude, jadi harus konsisten," imbuhnya.
Selain itu, Sonny juga tidak setuju jika Syahrini dikatakan sebagai selebriti yang bisa menciptakan tren.
"Tren itu harus dipelajari. Lebih
behave. Jangan membuat tren yang kedudukannya tidak jelas. Tuntunannya salah," terangnya.
Lebih lanjut, pemilik label busana Sonny Muchlison itu mengatakan, berpenampilan seharusnya disesuaikan dengan jati diri. Untuk itu, menjadi seorang selebriti tidak harus berpenampilan serbagemerlap.
"Sekarang ini zamannya perempuan punya jati diri, independen, dan tidak
menyek-menyek. Jadi orang kaya atau tenar itu enggak harus semuanya payet, kinclong," tutupnya.
(tty)This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.