MANFAAT sunat bagi laki-laki adalah menghilangkan kotoran beserta tempat kotoran berada yang biasanya terletak di bagian dalam dari kulit terluar penis. Namun terkait masalah usia ideal untuk disunat, ternyata hal itu berpengaruh kepada budaya masing-masing daerah.
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail banyak bercerita soal pengalamannya dikhitan. Hal itu dia ungkapkan saat menghadiri acara Sunatan Massal bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Depok dan Alfamart di Rumah Albi Alfamart, Jalan Proklamasi, Mekarjaya, Sukmajaya, Depok.
Menurutnya, usia ideal sunat adalah sebelum usia dewasa atau baligh. Dia pribadi disunat saat habis lulus SD menjelang masa pubertas menuju SMP.
"Saya disunat habis lulus SD, saat masa-masa liburan, menjelang SMP menuju baligh," ujarnya kepada wartawan, Senin (23/12/2013).
Hal itu, kata dia, lantaran dia yang berasal dari Kediri, Jawa Timur, menyesuaikan dengan budaya di sana. Berbeda halnya di Jakarta dan Jawa Barat yang justru memilih usia lebih muda untuk menyunatkan anak mereka.
"Jangan dianggap nantinya aneh, itu karena pengaruh kebiasaan dan budaya, serta adat istiadat. Kami di Jawa Timur, justru saat anak sudah agak besar," jelasnya.
Nur Mahmudi mengaku juga tidak sampai diarak menjadi pengantin sunat. Sebab, prinsip budaya di keluarganya saat disunat tidak ingin merepotkan orang lain.
"Saya enggak dimanten-mantenkan, karena orangtua dalam menyikapi kebudayaan, enggak mau
repotin orang. Akhirnya saya disunat di rumah mantri, menginap di mantri selama seminggu, pulang-pulang sudah disunat dan sembuh, kita enggak mau ramai-ramai," tuturnya.
Budaya penganten sunat, kata dia, juga tergantung masing-masing wilayah. "Jadi intinya, ternyata range usia sunat dianjurkannya sebelum baligh, ternyata bervariasi ada yang bayi, sebelum sekolah, sebelum SD atau SMP," tutupnya.
(tty)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.