TERSANDUNG saat jalan menjadi masalah banyak orang. Namun Anda tak akan mengalami hal tersebut saat menggunakan kaos kaki ini.
Para ilmuwan telah menemukan kaus kaki untuk mencegah tersandung dan ancaman jatuh.
Kaus kaki ajaib ini tampilannya layaknya kaus kaki pada umumnya yang berbahan sintesis. Kaus kaki ini akan menarik jari-jari ke atas ketika pemakainya berjalan sehingga mencegah mereka tersandung di tangga, penyebab utama seseorang jatuh di sekitar rumah.
Kaus kaki ini juga memiliki efek memindahkan pusat gravitasi ke tumit yang membuat ancaman jatuh berkurang.
Studi tahap awal menunjukkan bahwa kaus kaki ini dirancang peneliti Jepang, secara signifikan mengurangi efek jatuh.
Terjatuh di kalangan orangtua menjadi masalah kesehatan utama. NHS memerkirakan bahwa satu dari tiga orang dewasa berusia di atas 65 tahun yang tinggal di rumah memiliki setidaknya jatuh sekali dalam setahun dan sekira setengahnya memiliki frekuensi lebih sering.
Kelemahan otot yang memburuk seiring dengan pertambahan usia membuat orang lebih mungkin untuk tersandung.
Seiring bertambahnya usia, kaki mereka sering terkulai yang memungkinkan perubahan otot dan jaringan tendon dimana meningkatkan risiko tersandung pada permukaan yang sedikit bergelombang, salah satu penyebab umum tersandung di tepi karpet.
Kaus kaki baru ini bisa menarik jari kaki kembali dengan sudut sekira 14 derajat. Ini cukup untuk mencegah Anda jatuh, tetapi tidak cukup untuk mengurangi nyeri.
Kaus kaki saat ini masih dalam tahap prototipe, tetapi jika percobaan lebih lanjut berhasil, perusahaan berharap akan meluncurkan secara internasional dalam lima tahun ke depan.
Ane Tadman, Arthritis Research UK mengatakan bahwa produk ini sangat efektif dalam mengurangi jatuh dengan mengubah cara orang berjalan. Tetapi sejumlah isu lain yang perlu diatasi ketika mencegah jatuh, termasuk membuat adaptasi pada rumah orang yang bersangkutan.
"Apa pun yang memotong risiko dan membuat orangtua lebih percaya diri dalam menghindari jatuh di rumah mereka sangat diharapkan,"katanya.
Dokter harus menyadari kedatangan pasien yang mengalami gangguan karena jatuh dan patah tulang bahwa risiko utama bisa meliputi kelemahan otot, minim keseimbangan dan tekanan darah.
Sementara itu, para ilmuwan sedang menyelidiki apakah memakai alat bantu dengar dapat mengurangi risiko jatuh. Para peneliti di Amerika Serikat sedang memelajari 20 orang berusia 50 sampai 80 tahun dengan gangguan pendengaran ringan-setengah dari mereka memakai alat bantu dengar-sisanya tidak.
Selama studi, para relawan berjalan di atas treadmill melalui benda virtual, seolah-olah mereka jalan melalui hutan.
Peneliti akan menyelidiki keseimbangan relawan melalui sensor khusus yang melekat pada lengan dan kaki mereka.
Penelitian ini mengikuti penelitian lain yang menunjukkan gangguan pendengaran ringan berisiko tiga kali lipat jatuh.
Otak menggunakan suara serta petunjuk visual untuk membantu kita menjaga keseimbangan kita.
Diperkirakan bahwa gangguan pendengaran tak hanya membuat seseorang yang kurang peka lingkungan meningkatkan risiko jatuh, tetapi juga tempat ketegangan pada otak meningkatkan apa yang dikenal sebagai beban kognitif.
Karena otak berjuang untuk menyesuaikan diri dengan gangguan pendengaran dan menguraikan setiap suara, maka bisa jadi terjadi kegagalan dalam menjaga keseimbangan tugas kompleks, sehingga ancaman jatuh lebih mungkin, seperti dilansir Dailymail. (ind)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: