Pages

Rabu, 16 Oktober 2013

Liputan6 - RSS 0.92
Liputan6.com merupakan situs berita aktual, tajam, terpercaya yang dimiliki SCTV 
Ready to move beyond the basics?

Enroll in this advanced DSLR course to explore more creative scenarios, image editing, and videography.
From our sponsors
Deodoran Hanya 20 Persen Atasi Bau Badan
Oct 16th 2013, 09:35

Oleh Kusmiyati

Posted: 16/10/2013 16:32

Deodoran Hanya 20 Persen Atasi Bau Badan

Liputan6.com, New York : Banyak yang percaya menggunakan deodoran dengan kandungan antiperspiran mampu membunuh bakteri penyebab bau keringat. Namun, menurut U S Food and Drug Administration (FDA) deodoran hanya mengurangi bakteri sebesar 20 persen dan antiperspiran tidak benar-benar menghentingkan keringat berlebih pada keringat.

Dikutip Huffingtonpost, Rabu (16/10/2013), tampaknya tubuh terus beradaptasi dengan antiperspirant untuk mengurangi keringat. Saat tubuh sudah berhasil beradaptasi maka kelenjar keringat pun mampu mengatasi keringat yang berlebih. Menurut para ahli bukan bahan yang ada pada deodoran yang mengurangi keringat namun karena tubuh yang beradaptasi.

Pengguna deodoran sebaiknya mengganti merek deodorannya setiap enam bulan sekali. "Ini ide yang baik untuk mengganti merek deodoran Anda setiap enam bulan untuk mencegah resistensi," kata Asisten Profesor Dermatologi di University of Southern California, dr. Han Lee.

Beberapa merek deodoran mencantumkan untuk pria dan wanita namun hal ini ternyata menurut para ahli hanya strategi pemasaran, tidak berpengaruh pada penggunanya. Setiap deodoran memiliki bahan aktif yang sama baik untuk pria dan wanita, hanya kemasan dan aroma yang berbeda. Hal tersebut menurut laporan Discovery Health, selain itu diketahui juga deodoran hanya mampu mengatasi 10 persen keringat berlebih.

Berita Terkait

Dilihat dari segi kesehatan zat yang terkandung pada deodoran memiliki dampak yang mengkhawatirkan bila digunakan pada anak-anak. Peneliti Kanker Senior di Universitas Reading, Philippa Darbre, mengatakan bahwa penggunaan produk ini pada anak-anak praremaja dan remaja harus diperhatikan karena memprihatinkan dampaknya.

Aluminium dan zirkonium pada deodoran dapat mengganggu hormon dan paparannya mempengaruhi perkembangan anak sehingga merusak kesehatan dengan cara yang belum diketahui. Menurutnya tidak semua orang membutuhkan deodoran untuk mengatasi keringat berlebih. (Mia/Mel)

Berita Rekomendasi

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions