11 Januari kemarin, genap sudah 50 tahun Martha dan Alex Tilaar mengarungi bahtera rumah tangga. Kesuksesan mereka dalam menjaga keutuhan rumah tangga patut diacungi jempol.
Kedua pasangan ini dianggap bisa menjadi contoh suri tauladan bagi pasangan muda. Mengarungi bahtera rumah tangga dalam kurun waktu yang lama, menurut Martha bukanlah hal yang mudah.
Martha dan Alex pun sedikitnya bercerita mengenai pahit getirnya mengarungi rumah tangga bersama sama.
Martha bercerita, setelah menjalani pacaran selama enam tahun, restu dari keluarga Martha belum kunjung diberikan kepada kedua pasangan. Pasalnya adat yang berbeda, menjadi penghalang kedua pasangan untuk segera meresmikan ke jenjang pernikahan.
"Karena kita beda suku, saya Jawa dan dia Manado. Bapak saya kurang suka. Tapi saya bonek (bocah nekat), pokoknya saya maunya sama dia. Yah akibatnya kita harus berjuang selama enam tahun. Dan pada akhirnya tanggal 12 Januari 1964 kita direstui," beber Martha Tilaar dalam acara pernikahan emas Martha & Alex di Ballroom Grand Hytt, Jakarta, Minggu malam, 12 Januari 2014.
Senada dengan Alex, jika dia dengan Martha harus menjalani pacaran diam-diam (backstreet), sewaktu di bangku kuliah. Namun buah kesabaran Alex untuk mengambil hati keluarga Martha terwujud, agar dirinya segera menikahi Martha.
"Kita dulu pacarannya backstreet. Paling bertemu setelah kuliah atau ke gereja bareng," pungkas pria pensiunan PNS ini.
(tty)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.