Pages

Senin, 13 Januari 2014

Liputan6 - RSS 0.92
Liputan6.com merupakan situs berita aktual, tajam, terpercaya yang dimiliki SCTV 
Disney Gifts for Everyone

Find the perfect gift for your family and friends at the Disney store. Explore merchandise of all your favorite characters.
From our sponsors
Taman Jomblo, Bentuk Peduli Walikota Bandung pada Para Jomblo
Jan 13th 2014, 05:57

Fenomena Jomblo Eksis

Posted: 13/01/2014 12:00

Taman Jomblo, Bentuk Peduli Walikota Bandung pada Para Jomblo

(Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Liputan6.com, Bandung : Bila biasanya warga luar Bandung yang bertandang di Kota Parahyangan lebih memilih menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan atau Factory Outlet (FO) yang tersebar di hampir setiap sudut kota, kini alternatif lain sudah disediakan oleh Pemerintah setempat. Salah satunya, Taman Jomblo.

Para jomblo dari luar kota Bandung yang ingin menikmati kesendirian dengan cara berbeda, cobalah mampir ke Taman Jomblo, di bawah kolong jembatan Pasupati. Siapa tahu dengan duduk menyendiri di sana, Anda dapat menemukan tambatan hati.

Dahulu, kolong jembatan Pasupati merupakan tempat yang sangat kumuh. Selain sampah, kolong tersebut pun kerap dijadikan pengemis dan anak jalanan berkumpul. Tapi sekarang, di masa kepemimpinan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, tempat kumuh itu disulap menjadi taman yang indah, elok, dan sedap dipandang mata.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengakui bahwa di Bandung banyak taman terbengkalai. Juga banyak ruang negatif yang sebenarnya dapat dibenahi dan dipercantik. Maka itu, Ridwan mengaktivasi semua itu dengan cara-cara yang kreatif.

Emil mengatakan, Taman Jomblo ini sebenarnya bernama Taman Pasupati yang memiliki panjang sekitar 700 meter. Di dalamnya disediakan balok berwarna-warni yang dapat digunakan untuk duduk dan bersantai. Hanya saja, tempat duduk yang disediakan dalam bentuk `single seat`.

"Taman Jomblo ini awalnya adalah taman yang untuk duduk, tapi buat satu orang satu. Lalu banyak yang nanya, Pak kenapa duduknya satu-satu? Ya sudah, sekalian saja temanya itu (jomblo)," kata Ridwan Kamil saat diwawancarai Health Liputan6.com di Bandung baru-baru ini, ditulis Senin (13/1/2013)

Sambil berkelakar Ridwan Kamil mengatakan bahwa populasi jomblo di Kota Kembang itu sangat banyak. Jadi, pas rasanya bila taman itu diberi nama Taman Jomblo. "Dari pada terpisah-pisah, kita kumpulkan dengan sesamanya," kata Emil sambil tertawa.

Lebih lanjut pria yang juga berprofesi sebagai dosen arsitektur di Institut Tekhnologi Bandung (ITB) ini menjelaskan, alasan dibuatnya taman di bawah kolong jembatan Pasupati itu. Selain teduh, para jomblo atau pengunjung taman tidak kehujanan.

"Supaya teduh. Selain itu, supaya jomblo tidak kehujanan. Kalau jomblo kehujanan, tragis, ya. Kita baik hati memahami perasaan warga Bandung," kata Emil menerangkan.

Berita Rekomendasi

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions