SIAPA bilang kebanyakan mengonsumsi buah tak memicu risiko kesehatan. Kenyataannya, hal itu bisa meningkatkan glukosa darah. Alhasil, risiko terkena penyakit diabetes menjadi besar.
Hal itu seperti dikatakan Dr. Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD FES,
Head of Diabetes Education Clinic di RS. Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Dia menjelaskan bahwa kendati dulu memang buah yang memiliki kandungan fluktosa tak berkaitan dengan glukosa sebagai pemicu diabetes. Tetapi pada akhirnya, kebanyakan fluktosa bisa membuat peningkatan gula darah seseorang. Menurutnya, kondisi itu harus dicegah sejak dini karena bisa meningkatkan risiko diabetes seseorang.
"Buah-buahan itu kandunganya
kan fluktosa, sedangkan yang memicu diabetesi ialah glukosa. Jadi logikanya, fluktosa itu aman
dong, itu tadinya. Tapi setelah diteliti kalau fluktosa terlalu banyak, organ liver yang biasanya mengolal glukosa jadi salah mengelola, malah mengelola fluktosa sehingga dari situ meningkatkan glukosa dalam tubuh seseorang. Di sinilah kondisi yang berbahaya," jelasnya dalam acara bertema "SOHO #BetterU: Diabetes, 'Negara' Ketiga Terbesar di Dunia" di Estubizi Business Centre Setiabudi Building, Jakarta, Kamis (14/11/2013)
Untuk menghindari risiko kenaikan glukosa akibat konsumsi buah, caranya sangat mudah, kata Dr. Roy. Dia menjelaskan seseorang hanya perlu mengonsumsi buah secukupnya atau tak boleh berlebihan.
"Yang ingin makan mangga, boleh, yang mau makan buah pir dan nanas, juga boleh. Tapi jangan banyak-banyak, makan buah secara seimbang," terangnya.
(tty) This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.