SAAT memiliki gejala diabetes, seseorang tak boleh diam saja. Sebab saat diabaikan, kondisi itu memungkinkan dia benar-benar terkena penyakit diabetes.
Hal itu seperti diungkap Dr. Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD FES,
Head of Diabetes Education Clinic di RS. Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Dia menjelaskan bahwa saat seseorang memiliki gejala diabetes, seperti mudah haus, memiliki berat badan berlebih, sering ke kamar mandi sampai mudah mengantuk, dia harus mencari langkah pencegahan diabetes agar upaya tersebut tidak terlambat. Langkah pertama yang dilakukan dengan mengetahui seluk-beluk penyakit diabetes, terutama pencegahan. Setelah itu, mengonfirmasi ke dokter untuk mendapat kepastian dan mendapat solusi tepat mencegah penyakit diabetes.
"Penekanan seseorang yang sudah termasuk prediabetes ialah mencegah lebih baik daripada mengobati. Setelah hal itu tertanam, carilah pengetahuan mengenai pencegahan penyakit diabetes, kemudian mengonfirmasi kepada dokter. Pada tahap ini sangat penting karena seseorang memiliki gejala itu akan dipastikan apakah benar memiliki gejala prediabetes, dan bila iya, dia akan diberi cara untuk pencegahan," jelasnya dalam acara bertema "SOHO #BetterU: Diabetes, 'Negara' Ketiga Terbesar di Dunia" di Estubizi Business Centre Setiabudi Building, Jakarta, Kamis (14/11/2013).
Tak berhenti sampai di situ saja, tambah dia, saat seseorang sudah mengetahui hasil pemeriksaan dan mengetahui cara pencegahannya, dia harus melanjutkan untuk menanggulangi dengan menjalani gaya hidup sehat.
Sementara itu, Dr. Roy menjelaskan, untuk mencegah penyebaran penyakit diabetes, ada beberapa langkah bisa dilakukan, antara lain meningkatkan pemahaman mengenai diabetes dan penyebabnya, olahraga teratur, menurunkan berat badan, pemeriksaan rutin, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan istirahat cukup.
(tty) This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.