Pages

Sabtu, 30 November 2013

Liputan6 - RSS 0.92
Liputan6.com merupakan situs berita aktual, tajam, terpercaya yang dimiliki SCTV 
Great rates not enough?

OptionsHouse is a cutting-edge platform with award-winning technology. Even with our professional tools, you'll still pay great rates.
From our sponsors
Dokter Telat Makan Sudah Langgar Kode Etik
Nov 30th 2013, 06:42

Posted: 30/11/2013 12:30

Dokter Telat Makan Sudah Langgar Kode Etik

Liputan6.com, Jakarta : Dokter biasanya kerap memerintahkan pasiennya untuk senantiasa menjalani pola hidup sehat, makan yang teratur, dan selalu berolahraga. Tapi, apa yang diperintahkannya kepada pasien, justru jarang atau bahkan tak pernah dilakukannya sama sekali.

Berita Terkait

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Jakarta Barat, DR. Dr. Dollar, SH, HH, MM mengatakan bahwa dokter yang tidak memerhatikan kesehatan, dianggap sudah melanggar kode etik kedokteran, sesuai dengan ketentuan Pasal 20.

"Dokter ini biasanya memberikan resep kepada pasien, dan melarang pasien untuk merokok. Tapi, dia sendiri merokok kayak kereta api. Ini sebenarnya melanggar kode etik," kata Dr. Dollar, SH, HH, MM dalam acara `Seminar dan Workshop in Aesthetic Medicine (SWAM) 2013` di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, ditulis Sabtu (30/11/2013)

Lebih lanjut Dr Dollar mengatakan, kebiasaan lain dari seorang dokter yang dapat dianggap melanggar kode etik kedokteran adalah kebiasaan buruknya yang selalu mengulur-ulur waktu untuk makan siang. Padahal, dokter tersebut sedang tidak menangani pasien dalam kondisi gawat darurat.

"Dokter juga menyuruh pasien untuk makan yang teratur, tapi dia sendiri makan pukul 15.00 WIB. Ini juga melanggar kode etik," kata Dr. Dolar membeberkan.

Menurut dia, sudah banyak dokter yang meninggal ketika praktik, karena dia seringkali lupa akan kesehatannya, dan mengatur pola hidupnya sendiri.

"Banyak dokter yang meninggal ketika praktik, dan beberapa di antaranya meninggal karena telat makan. Tindakan seperti ini sudah melanggar pasal 20," kata Dr. Dollar

"Ketika masuk jam makan siang, makanlah. Paling lama makan siang jam berapa, sih? 20 menit, kan? Beda kalau misalnya ada yang darurat dan harus segera ditangani," kata dia lagi menambahkan.

(Adt/Mel)

Berita Rekomendasi

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions