MASA depan merupakan hal yang menarik untuk ditelisik. Dunia kesehatan tak terkecuali, dimana bergulirnya Jaminan Kesehatan Nasional lalu jadi hot topik ditengah masyarakat.
Apakah pelayanan kesehatan yang akan diberikan benar-benar akan lebih baik? Benarkah sistem asuransi ini bisa melindungi semua masyarakat?
Apakah JKN bisa melindungi anak-anak saya? Mungkin itulah segelintir pertanyaan yang berkembang di masyarakat. Sehingga, akhirnya secara perlahan masyarakat merasakan manfaat dari JKN ini.
Sebagian besar orang merasa kehadiran JKN sangat bermanfaat, karena bisa melindungi orang yang tak mempunyai akses kesehatan atau tak ter-cover akses kesehatan pada sistem Askes lalu.
Namun, ada juga sejumlah orang merasa masih belum puas dengan pelaksaan pelayanan primer di lapangan. Ya, memang JKN pelaksanaan belum optimal dan harus segara melakukan pembenahan agar bisa lebih optimal.
Lantas, kapan JKN bisa optimal? akankah bisa tahun ini? Bagaimana pelaksanaan JKN tahun ini? untuk menjawab itu, Okezone pun meminta tanggapan dari dr. Lily S. Sulistyowati, MM, Kepala Pusat Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Dia menuturkan bahwa pelayanan JKN belum berubah banyak, terlebih lagi program ini merupakan program baru. Sehingga menurutnya bukannya pekerjaan yang ringan, dimana melibatkan banyak pihak terkait disana.
Kendati demikian, lanjutnya, yang utama adalah pemerintah selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
"Saya tidak bisa bilang ini juga prediksi, karena kita baru berjalan satu minggu. Tapi tahapan di tahun 2014 ini, kan sebetulnya sudah ada PNS, POLRI, peserta pensiun, Jamkesnas, ini cuma manajemen yang berubah. Kalau dulu itu Askes sekarang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan," katanya di Gedung Kemenkes RI lantai 3, ruang rapat, belum lama ini.
Sejauh ini, sambung dia, JKN berjalan dengan lancar dan sudah baik.Artinya semua memang sudah dipersiapkan dan tinggal dioptimalkan saja.
Tapi Kemenkes RI yakin dan optimistis program ini merupakan program yang baik untuk masyarakat Indonesia.
Menurutnya, pelaksaan JKN sendiri merupakan pencapaian luar biasa Indonesia, dimana dalam waktu singkat dan dengan jumlah masyarakat yang banyak, sudah bisa mewadahi pelayanan masyarakat seluruh Indonesia.
Hal senada juga disampaikan Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. dr. Zaenal Abidin, Mkes, MHKes. Dia menjelaskan bahwa, memang banyak orang yang menyampaikan kalau JKN belum ada masalah dan berjalan normal sejauh ini. Namun agar tak terseok-seok dalam pelaksanaan JKN ini kedepannya, ia menyarankan untuk meningkatkan biaya kapitasi atau biaya dimuka untuk dokter.
Sebab, biaya kapitasi yang diberikan dokter sejauh ini masih belum cukup. Menurutnya, pemerintah jangan setengah-setengah dalam membangun pelayanan kesehatan. Karena hal itu bisa memunculkan rasa ketidakpercayaan pada masyarakat. Terlebih, keinginan untuk menyelesaikan masalah kesehatan sebesar 80 persen di pelayanan primer.
"Pelayanan kesehatan yang lebih baik itu akan sulit karena biaya yang rendah, seharusnya dengan biaya yang seimbang. Jadi, pemerintah jangan tanggung, karena masyarakat tidak percaya selanjutnya kalau di awal sudah menimbulkan ketidakkepercayaan," ujarnya di Hotel Harris Tebet, Jakarta, belum lama ini.
Terkait hal diatas, dr. Lily menuturkan masih terus meninjau, dan menampung keluhan serta saran, mengevaluasi sekaligus sambil meningkatkan pelayanan, agar masyarakat puas dengan pelayanannya.
Seperti yang diketahui, penerapan JKN merupakan upaya memberikan pelayanan kesehatan yang sebisa mungkin terselesaikan pada tingkat dasar (Puskesmas, klinik). Tanpa perlu harus selalu pergi ke rumah sakit. Oleh karenanya, terus meningkatkan pelayanan kesehatan primer hal yang pasti akan dilakukan.
Lantas, apakah benar JKN belum optimal tahun ini, ataupun malah terkeok-keok ditengah perjalanannya nanti? Untuk mengetahui itu, simak terus update beritanya di health.okezone.com. (ren)
(tty)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.