Helmi Ade Saputra - Okezone
Kamis, 14 November 2013 10:44 wib 
Wanita alami stres (Foto: Google)
SIAPA pun juga bisa mengalami depresi, entah karena pekerjaan atau masalah kehidupan lainnya. Depresi tidak hanya menyebabkan beberapa masalah kesehatan, tetapi juga penampilan.
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa sel-sel dari orang yang mengalami depresi mungkin akan mengalami penuaan lebih cepat. Peneliti dari Belanda membandingkan struktur sel yang disebut telomere dari 2.400 orang dan tanpa depresi.
Lebih lanjut, telomere membatasi ujung kromosom untuk melindungi sel DNA dari kerusakan telomere akan sedikit lebih kecil setiap kali sel membelah, sehingga mereka bisa menjadi penanda penuaan.
Para peneliti menemukan bahwa telomere seseorang yang mengalami depresi secara signifikan lebih pendek. Hasil penelitian telah memperhitungkan sejumlah faktor gaya hidup yang dapat merusak DNA, seperti minum alkohol dan merokok.
Di satu sisi, penulis studi Josine Verhoeven juga mengatakan bahwa depresi dapat menyebabkan kerusakan sel yang meninggalkan bekas, bahkan pada tingkat sel. Selain itu, menurutnya, orang yang mengalami depresi memiliki risiko lebih besar terkena penyakit akibat bertambahnya usia, seperti penyakit jantung, diabetes tipe-2, demensia, dan kanker.
"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa tekanan psikologis seperti depresi memiliki dampak besar yang merugikan pada hormon seseorang, sehingga mempercepat penuaan biologis," jelas Verhoeven di VU University Medical Center, Amsterdam, dikutip Newsmaxhealth.
(tty)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.