MESKI mudah menggunakannya, penggunaan kondom juga kerap membuahkan kesalahan. Apa sajakah itu?
Banyak pasangan memilih kondom sebagai pengaman saat bercinta. Sayang, para pengguna kerap melakukan beragam kesalahan ketika menggunakannya. Inilah beberapa di antaranya, seperti dilansir Sharecare.
Menggunakan kondom setelah penetrasi
Banyak orang menggunakan kondom setelah penetrasi terjadi. Mungkin mereka tak tahu bahwa beberapa sperma bisa keluar sebelum orgasme terjadi yang akhirnya menyebabkan kehamilan.
Tak meninggalkan ruang di atas
Hal ini tampaknya juga banyak dilakukan orang. Anda perlu meremas lembut ujung kondom untuk menghilangkan udara yang terjebak di dalamnya dan meningggalkan ruang untuk sperma. Jika tidak, kondom pun tak akan bekerja dengan baik.
Salah memasang
Banyak orang meletakkan kondom secara tak tepat dimana berpotensi terlepas. Lebih baik Anda mencobanya dengan kondom baru. Cara yang benar, kondom harus terlihat sedikit seperti topi ski dengan tepi bawah di gulung. Bagian topi harus sesuai di atas penis sehingga tertutup penuh alat vitalnya.
Kondom rusak
Sekira 29 persen pengguna melaporkan kerusakan kondom. Hal ini bukan dikarenakan kerusakan karena produk cacat melainkan karena kesalahan pemakai termasuk menambahkan pelumas berbahan dasar minyak. Padahal ini bisa membuat kondom rusak. Sebaiknya, gunakan pelumas berbasis air atau silikon lembut.
Kondom nyelip ketika berhubungan seks
Sebanyak 13 persen melaporkan kondom nyelip ketika hubungan intim berlangsung. Untuk itu, Anda perlu memberi berbagai kondom dan ukuran kemudian mencobanya di waktu luang sehingga menemukan kondom yang tepat untuk Anda.
Melepas kondom
Banyak pria melakukan hal ini karena kehilangan ereksi. Namun, ereksi bisa datang dan pergi selama bercinta. Selain itu, ejakulasi dapat terjadi tanpa ereksi. (ind)