UPAYA sosialisasi pencegahan HIV/AIDS perlu segera ditingkatkan oleh Kementerian Kesehatan Republik dan lembaga lintas sektoral. Pasalnya, pengetahuan masyarakat secara mendalam mengetahui HIV/AIDS dan pencegahan masih kecil.
Ya, hal itu menurut RISKESDAS tahun 2010, di mana dikatakan dari seseorang yang sudah mendengar dan ternyata memahami hanya sebagian kecil masyarakat. Padahal, pemahaman terutama pencegahan merupakan kunci agar populasi HIV/AIDS bisa terus ditekan.
"Dalam hasil RISKESDAS ditemukan bahwa 42,5 persen seseorang tidak mengetahui HIV/AIDS dan sebanyak 57,5 persen pernah mendengar HIV/AIDS. Dan saat didalami, ternyata hanya 11,4 persen yang tahu benar-benar HIV/AIDS, sementara yang tidak komprehensif hanya 88,6 persen. Bagaimana mau menekan populasi HIV/AIDS, kalau yang mengetahui penyakitnya sedikit," tutur dr. Leo Indrawahono, SpKj, dokter ahli dari Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA) dalam acara bertema "Media Workshop Program Cerdas HIV-AIDS di Tempat Kerja" di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Selasa (19/11/2013)
Ditambahkannya, untuk cara mudah bisa mencegah HIV/AIDS sendiri, semua orang dan ibu hamil harus melakukan
medical check up sejak dini. Sekalipun virus HIV terdeteksi, seseorang masih bisa mengontrol penyakitnya sehingga seseorang masih bisa menjalani aktivitas harian.
(tty)