Pages

Senin, 25 November 2013

Sindikasi health.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal Health 
Ready to move beyond the basics?

Enroll in this advanced DSLR course to explore more creative scenarios, image editing, and videography.
From our sponsors
Diabetisi di Depok Terbesar Kedua di Indonesia
Nov 25th 2013, 03:35

KETUA Nasional Pandu Diabetes Indonesia Epie Suryono mengungkapkan, penderita diabetes di Kota Depok terbesar kedua di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia. Sedangkan secara international, penderita diabetes di Indonesia berada di urutan keempat dunia, setelah India, China, dan Amerika Serikat.

 
"Data ril penderita diabetes di Indonesia sebanyak 7,6 juta jiwa, sedangkan Depok terbesar kedua di Indonesia setelah Maluku Utara," jelas Epie di Balaikota Depok, Minggu, 23 November 2013.
 
Epie menambahkan, penderita diabetes disebabkan banyak faktor, di antaranya faktor keturunan (genetik), gaya hidup, dan khusus bagi wanita yang telah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari empat kilogram merupakan salah satu pencetus diabetes. Penderita diabetes di Depok bisa juga dari ketiga faktor itu.
 
"Diabetes bisa dicegah dengan cara gaya hidup yang baik," ungkapnya.
 
Karena itu, lanjut Epie, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi diabetes ke masyarakat bersama Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) di seluruh unit dengan mengadakan senam dan olahraga bersama.

"Diabetes tidak bisa disembuhkan karena itu kita kelola dan mencegah bagi yang sehat atau belum terkena penyakit diabetes," jelasnya.
 
Sementara itu, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan penyebab tingginya penderita diabetes di Depok disebabkan banyaknya warga yang sudah pensiun, kemudian akibat pola makan yang sejak pemerintahan dulu belum terlalu aktif mempropagandakan tentang perilaku hidup sehat melalui pola makan.
 
"Jadi, pola makan yang sehat belum diintensifkan saat itu,  oleh karena salah satu obatnya tidak ada kata lain kecuali dengan gerakan mengubah jenis karbohidrat yang kita makan," ujar Nur Mahmudi.
 
Nur menegaskan, masyarakat diminta untuk memilih makanan yang memiliki glikemik indeks yang rendah. Meskipun Depok terbesar penderita diabetes, tetapi angka harapan hidup (AHH) di Depok paling tinggi kedua di Indonesia dengan AHH mencapai 73 tahun lebih.
 
"Ingatlah Jajeju, yakni jadwal makan, jenis makanan, dan jumlah makanan. Jangan salah pola makan, Insya Allah kita bisa sehat dan angka harapan hidup bisa lebih tinggi lagi," tandasnya.
(tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions