AGAR HIV/AIDS bisa dicegah, deteksi dini dengan tes Voluntary Conseling and Testing (VCT) perlu dilakukan semua orang. Pasalnya, upaya itu memiliki banyak manfaat untuknya. Seperti apa?
VCT sendiri merupakan salah satu upaya yang memiliki dampak besar pada penderita, keluarganya dan masyarakat. Yuliana Simarmata, Program Manager Indonesian Business Coalition on AIDS ( IBCA), setidaknya memberikan empat manfaat besar. Pertama, semakin tahu lebih awal semakin baik, kemudian mengurangi angka kesakitan dan kematian. Selanjutnya HIV/AIDS yang merupakan penyakit mematikan bisa menjadi penyakit kronis dan terakhir, menutup mata rantai HIV/AIDS dengan meminum obat. Menurutnya, saat penderita AIDS bisa teratur mengonsumsi obat, penyakit tidak akan menular ke orang lain.
"Kenapa tahu lebih awal lebih baik, karena saat kita terdiagnosa memiliki HIV, dengan perencanaan dan penanganan yang tepat, fase AIDS yang sering membuat seseorang kehilangan nyawa bisa dicegah," katanya dalam acara bertema "Media Workshop Program Cerdas HIV-AIDS di Tempat Kerja" di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Selasa (19/11/2013).
Sementara untuk mengubah penyakit mematikan menjadi penyakit kronis, kata dia, maksudnya adalah kendati penyakit HIV/AIDS tak bisa disembuhkan, tapi seseorang bisa mengontrolnya. Sehingga penderita HIV/AIDS bisa menjalani aktivitas hariannya.
Ditambahkannya, VCT sendiri tak serta merta hanya merupakan tes HIV saja. Tetapi, terdapat konseling pada tahap sebelum tes dan sesudah tes HIV. Konseling sebelum tes HIV sendiri dilakukan berupa pemberian informasi tentang HIV dan AIDS, meliputi cara penularan, cara pencegahan, periode jendela, dan akhirnya dilakukan tes HIV. Selanjutnya, setelah hasil HIV didapatkan, bila hasilnya negatif, si pasien belum tentu tak memiliki HIV karena bisa saja dia masih dalam periode jendela, yaitu periode orang yang sudah tertular HIV, tetapi antibodinya membentu sistem kekbalan tubuh. Sementara itu, bila hasilnya positif, seseorang akan mendapat perencanaan, tindak lanjut, meningkatkan moralnya agar HIV dalam tubuhnya bisa dikontrol. Alhasil, penderita HIV/AIDS bisa menjalani aktivitas hariannya.
(tty) This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.