TEMPO.CO, New York - Para bayi yang lahir melalui operasi sesar, tidak akan menjadi obesitas di kemudian hari dibandingkan para bayi yang dilahirkan secara normal. Berbeda dengan beberapa penelitian sebelumnya, para ilmuwan Australia menemukan bahwa berat badan dan lingkar pinggang seseorang di usia 21 tahun tidak ada kaitannya dengan cara mereka dilahirkan.
"Data ini tidak mendukung ide yang mengatakan bahwa operasi sesar adalah penyebab kita mempunyai tingkat obesitas yang tinggi di masa kanak-kanak sehingga meningkatkan risiko obesitas di kemudian hari," ujar Dr. Loralei Thornburg, ahli kehamilan dengan risiko tinggi di University of Rochester Medical Center di New York, seperti dikutip situs berita Reuters edisi 7 November 2013.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention di Amerika, sekitar sepertiga kelahiran bayi di Amerika menggunakan prosedur operasi sesar yang juga disebut dengan C-section. Sekitar sepertiga orang dewasa di Amerika juga mengalami obesitas.
Beberapa studi menemukan ada hubungan antara operasi sesar dengan berat badan di kemudian hari. Bayi-bayi yang dilahirkan secara sesar tidak terpapar bakteri di kanal kelahiran seperti bayi yang dilahirkan secara normal. Satu dari teori tersebut mengatakan bahwa bakteri ini kemungkinan melindungi anak-anak dari obesitas di kemudian hari.
Riset-riset lainnya meneliti mengenai operasi sesar dan obesitas tetapi tidak menemukan hubungan antara keduanya. Penelitian yang mengaitkan operasi sesar dengan obesitas kemungkinan tidak meneliti faktor-faktor yang bisa menjelaskan hubungan tersebut, kata para peneliti yang dipimpin oleh Abdullah Mamun dari University of Queensland dalam jurnal Obstetrics and Gynecology.
Penelitian-penelitian itu, misalnya, tidak meneliti berat badan ibu dan kondisi kesehatannya yang bisa meningkatkan risiko kaitan antara operasi sesar dengan obesitas, atau apakah anak tersebut diberi Air Susu Ibu (ASI) atau tidak. Untuk riset terbaru ini, para ilmuwan meneliti 2.625 orang yang dilahirkan antara tahun 1981 dan 1983 di sebuah rumah sakit di Brisbane Australia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 12 persen dari mereka dilahirkan secara sesar. Saat berusia 21 tahun, hampir 22 persen dari mereka disebut kelebihan berat badan dan 12 persennya mengalami obesitas. Namun tidak ada perbedaan antara berat badan atau lingkar pinggang antara mereka yang dilahirkan melalui operasi sesar dengan mereka yang dilahirkan secara normal. Temuan ini, kata Thornburg, seharusnya memberikan rasa aman pada para wanita.
"Hanya karena Anda melahirkan secara sesar, Anda tidak menyebabkan sang bayi menjadi obesitas," ujar dia. Banyak hal yang menjadi faktor penyebab seseorang mengalami obesitas. Meskipun beberapa penelitian sebelumnya menyatakan hubungan itu, sambung dia, namun hubungan tersebut tidaklah konsisten.
REUTERS | ARBAIYAH SATRIANI
Baca juga:
Makan Bersama Keluarga Cegah Obesitas
Sandy Aulia, Suka Tas Mahal Ukuran Kecil
Krisis Keuangan Turunkan Level Kebahagiaan
David Beckham Pria Paling Gaya Versi Majalah GQ
Pria Cenderung Gemuk di Usia 40
Wirausaha Anak Dalam Kidpreneur Award 2013
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: