Pages

Sabtu, 09 November 2013

Tempo.co News Site
daily news from tempo.co 
Compare Hotels

Find great prices for amazing hotels wherever your next destination may be. It's simple to search 100+ sites at once!
From our sponsors
Operasi Caesar Tak Terkait Obesitas
Nov 9th 2013, 00:05

Berita Terkait

TEMPO.CO, New York - Para bayi yang lahir melalui operasi caesar tidak akan menjadi obesitas di kemudian hari dibandingkan para bayi yang dilahirkan secara normal. Berbeda dengan beberapa penelitian sebelumnya, para ilmuwan Australia menemukan bahwa berat badan dan lingkar pinggang seseorang di usia 21 tahun tidak ada kaitannya dengan cara mereka dilahirkan.

"Data ini tidak mendukung ide yang mengatakan bahwa operasi caesar adalah penyebab kita mempunyai tingkat obesitas yang tinggi pada masa kanak-kanak sehingga meningkatkan risiko obesitas di kemudian hari,"  ujar Dr Loralei Thornburg, ahli kehamilan dengan risiko tinggi di University of Rochester Medical Center di New York, seperti dikutip situs berita Reuters edisi 7 November 2013.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention di Amerika, sekitar sepertiga kelahiran bayi di Amerika menggunakan prosedur operasi caesar yang juga disebut dengan C-section. Sekitar sepertiga orang dewasa di Amerika juga mengalami obesitas.

Beberapa studi menemukan ada hubungan antara operasi caesar dan berat badan di kemudian hari. Bayi-bayi yang dilahirkan secara caesar tidak terpapar bakteri di kanal kelahiran seperti bayi yang dilahirkan secara normal. Satu dari teori tersebut mengatakan bahwa bakteri ini kemungkinan melindungi anak-anak dari obesitas di kemudian hari.

Riset-riset lainnya meneliti mengenai operasi caesar dan obesitas, tetapi tidak menemukan hubungan antara keduanya. "Penelitian yang mengaitkan operasi caesar dengan obesitas kemungkinan tidak meneliti faktor-faktor yang bisa menjelaskan hubungan tersebut," kata para peneliti yang dipimpin oleh Abdullah Mamun dari University of Queensland dalam jurnal Obstetrics and Gynecology.

Penelitian-penelitian itu, misalnya, tidak meneliti berat badan ibu dan kondisi kesehatannya yang bisa meningkatkan risiko kaitan antara operasi caesar dan obesitas, atau apakah anak tersebut diberi air susu ibu (ASI) atau tidak. Untuk riset terbaru ini, para ilmuwan meneliti 2.625 orang yang dilahirkan antara tahun 1981 dan 1983 di sebuah rumah sakit di Brisbane, Australia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 12 persen dari mereka dilahirkan secara caesar. Saat berusia 21 tahun, hampir 22 persen dari mereka disebut kelebihan berat badan dan 12 persennya mengalami obesitas. Namun tidak ada perbedaan berat badan atau lingkar pinggang antara mereka yang dilahirkan melalui operasi caesar dan mereka yang dilahirkan secara normal. Temuan ini, kata Thornburg, seharusnya memberikan rasa aman pada para wanita.

"Hanya karena Anda melahirkan secara caesar, tidak menyebabkan sang bayi menjadi obesitas," ujar dia. Banyak hal yang menjadi faktor penyebab seseorang mengalami obesitas. Meskipun beberapa penelitian sebelumnya menyatakan itu, dia melanjutkan, hubungan tersebut tidaklah konsisten.

REUTERS | ARBAIYAH SATRIANI

Baca juga:
Makan Bersama Keluarga Cegah Obesitas 
Sandy Aulia, Suka Tas Mahal Ukuran Kecil
Krisis Keuangan Turunkan Level Kebahagiaan
David Beckham Pria Paling Gaya Versi Majalah GQ
Pria Cenderung Gemuk di Usia 40
Wirausaha Anak Dalam Kidpreneur Award 2013

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions