Pages

Senin, 18 November 2013

Tempo.co News Site
daily news from tempo.co 
Earn an MBA degree

Advance your career with an MBA Only $325 per credit hour
From our sponsors
Meskipun Senang, Pelaku Swinger Tak Pernah Puas
Nov 18th 2013, 14:11

Berita Terkait

TEMPO.CO, Jakarta -Kehidupan seksual yang membosankan dengan pasangan bisa menjadi alasan orang melakukan aksi swinger atau bertukar pasangan. Psikolog seksual Zoya Amirin menilai pelaku swinger hanya akan mendapatkan kesenangan, bukan kepuasan.

"Ada dua aspek dalam hubungan suami-istri, yaitu pleasure dan satisfaction. Swinger hanya meraih pleasure, mereka tak akan mendapatkan satisfaction," kata Zoya pada Tempo melalui hubungan telepon, Senin, 18 November 2013. 

Menurut Zoya, pleasure atau kesenangan hanya bicara soal fisik, misalnya soal berapa kali orgasme. Sementara satisfaction bicara hal yang jauh lebih penting dan dibutuhkan dalam relasi suami-istri, yaitu kepuasan batin. "Dalam satisfaction itu ada kepuasan psikologi, kita bicara good quality of sex," kata Zoya.

Lebih jauh Zoya menerangkan, swinger yang dilakukan seseorang bisa menunjukan ada gangguan dalam hubungan seksual antara suami-istri. Mereka pun mencari variasi seksual untuk mendapatkan kesenangan, misalnya dengan berselingkuh. "Tapi kalau selingkuh kan capek, sembunyi-sembunyi. Akhirnya mereka membujuk istri untuk swinger dengan pasangan lain," kata Zoya.

Bagi Zoya, rasa bosan dalam hubungan suami-istri pasti ada. Namun, pasangan suami-istri mestinya mencari solusi bersama yang tepat, bukan mencari kesenangan dengan saling berselingkuh atau swinger. Yang justru harus dilakukan adalah suami-istri mestinya melakukan investasi emosi. "Lakukanlah ritual-ritual romantis seperti saat dulu pacaran," kata Zoya.

Hal-hal romantis tersebut misalnya melakukan bulan madu meskipun sudah punya anak. "Lupakanlah anak untuk sementara dan habiskan waktu romantis berdua," kata Zoya. Dia menekankan pentingnya suami-istri melakukan investasi emosi agar masing-masing pihak mengerti ritme seksual pasangannya. Bila sudah mengerti ritme seksual pasangan, suami-istri akan lebih mudah mencapai pleasure dan satisfaction. "Bukannya malah melakukan swinger, sebab dalam swinger orang tidak akan mencapai satisfaction," kata dia.

AMIRULLAH

Berita lainnya: 
Lipstik Bisa Mengandung Delapan Logam Berbahaya
Lagi Mejeng di Skype, Remaja Ini Tewas Overdosis  
Goyang Zumba ala Liza Natalia
Tempat Kongko Ini Bertahan Bertahun-tahun
Material Transparan Tren Mode Tahun Depan  

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions