PARA ahli menyalahkan film dan bintang porno, karena banyak gadis belia yang obsesi melakukan operasi plastik bagian vagina (labiaplasty).
Di Inggris, jumlah operasi kelamin perempuan meningkatkan lima kali lipat, yang secara medis bisa menyebabkan masalah kesehatan. Seperti yang dilansir dari Nydailynews.
Fakta mengejutkan, gadis remaja menjalani operasi plastik di bagian vagina mereka, lantaran ingin meniru apa yang mereka lihat di film porno tersebut, kata para peneliti Inggris.
The Royal College of Obstetricians dan Gynecologists melaporkan operasi plastik di bagian kelamin meningkat lima kali lipat.
Thomas Baldwin dari RCOG's komite etik mengatakan, kesalahpahaman muncul dari keunggulan hanya satu jenis penampilan vagina yang rapih, jenis tersebut jelas digambarkan dalam film porno.
Peneliti juga mengkaji bahaya yang terkait dengan operasi ini, dimana secara medis tidak diperlukan.
"Semakin muda seorang gadis mulai operasi vagina, semakin tinggi jumlah operasi selama hidupnya dan semakin besar risiko jaringan parut dan hilangnya sensitivitas," tulis peneliti.
Operasi ini tidak dianjurkan untuk wanita dibawah usia 18 tahun, pasalnya sepenuhnya vagina belum berkembang.
di Inggris, sekitar 2000 operasi dilakukan pada tahun 2010, menurut laporan para ahli mengatakan, jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi karena mungkin dilakukan di rumah sakit swasta atau pusat kencantikan lainnya.
Tren ini juga berkembang di Amerika Serikat, meskipun ada peringatan untuk dokter dari American College of Obstetricians dan Gynecologists 2007, untuk mempertimbangkan "validitas medis dan keamanan" dari bedah kosmetik genital perempuan, menurut laporan Reuters.
(tty)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. FiveFilters.org recommends: March Against Mainstream Media (More info).