Pages

Sabtu, 09 November 2013

Sindikasi lifestyle.okezone.com
Berita-berita Okezone pada kanal Lifestyle 
Learn Adobe Illustrator CS6 Master Techniques from an Adobe Guru!

With over 25 years of experience teaching, Robert Farrell has been a trusted instructor for individuals and companies who want to improve their Adobe skills.
From our sponsors
Diasuh Orang Lain, Proses Pendidikan Anak TKI Alami Kelambatan
Nov 9th 2013, 08:57

BERDASARKAN penelitian yang dilakukan sejumlah mahasiswa S3 Universitas Negeri Jakarta (UNJ), terkait program pendidikan anak usia dini (PAUD), Rektor UNJ  Prof. Dr. H. Bedjo Sujanto, M.Pd mengatakan bahwa anak usia 4-15 tahun yang ditinggal ibunya bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri, harus segera mendapatkan pendidikan secara holistik integratif, agar anak dapat tumbuh kembang fisik dan kejiwaan sempurna.

Dari hasil penelitian mahasiswa PPS UNJ angkatan 2012 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditemukan banyak anak TKI yang diasuh bukan ibunya, mengalami kelambatan dalam proses pendidikan.

"Salah kasus yang ditemukan di Karawang Barat ialah ada anak sampai kelas V SD, dengan usia 10-11 tahun belum bisa membaca huruf latin, dan sikap mental anak tersebut cenderung keras," ujarnya.

Banyak faktor yang menyebabkan mengapa anak-anak yang masih dalam usia dini itu mempunyai watak dan perilaku seperti yang disebutkan. Salah satu faktor terbesarnya adalah, karena kurangnya perhatian serta kasih sayang dari orangtua mereka, terutama oleh ibu.

"Memang idealnya anak usia 0-15 tahun harus tetap dalam pengasuhan keluarga bersama ibu dan ayahnya, agar anak dapat tumbuh kembang secara sempurna. Namun alasan tuntutan ekonomi, banyak ibu rumah tangga menjadi TKI di luar negeri terpaksa menitipkan anaknya diasuh anggota keluarga lain, sepeti kakek, nenek, bahkan tetangga," tambahnya usai megisi acara Seminar Internasional, di Universitas Negeri Jakarta, Sabtu, (9/11/2013).

Oleh karena itu, Prof. Dr. H. Bedjo Sujanto, M. Pd mengusulkan, agar intansi yang terkait seperi Dinas Pendidikan tingkat provinsi dan kabupaten/kota  membantu pendidikan anak TKI yang ditinggal oleh ibunya yang bekerja ke luar negeri. Sementara itu, melalui kerjasama bersama BKKBN, diharapkan dapat memberikan sosialisasi serta pembinaan kepada kaum ibu dengan tujuan untuk mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera. (ind)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions