DALAM rangka mengembangkan pewarnaan alam, pemerintah bersama dengan Indonesia Fashion Week akan menggelar Swarna Festival. Acara yang berlangsung di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur itu berlangsung pada 21-23 November mendatang.
Pewarnaan alam memang kini sedang
booming. Hal ini yang menjadikan alasan pemerintah menggelar acara tersebut, di samping untuk mengembangkan pewarnaan alam secara lebih serius ke depan.
"Warna alam mulai
booming karena banyak orang yang menginginkannya. Jadi, kita ingin memfasilitasi gagasan untuk mengembangkan pewarnaan alam," jelas Dody Edward, Ditjen Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan dalan acara konferensi pers
Pemilihan Alor sebagai festival serat dan warna ini memiliki alasan sendiri. Salah satunya adalah potensi yang ada di daerah tersebut.
"Kami melihat ada potensi yang besar di sana," imbuhnya.
Sementara itu, terkait dengan rencana pengembangan pewarnaan alam, Dody juga menambahkan bahwa pemerintah pusat terbuka kepada daerah-daerah lain untuk ikut dalam program kali ini.
"Kami sudah surati daerah apakah tentang potensi warna alam dan kami akan mendukung penuh karena warna alam, misalnya dari kunyit, indigo, alpukat, dan manggis tidak dimiliki oleh negara lain dan jadi kekuatan untuk
branding," terangnya.
Namun untuk pewarnaan alam yang akan dikembangkan nantinya tidak akan terbatas yang dari tumbuhan saja, tetapi juga sumber daya yang ada di laut. Hal ini diungkapkan oleh Dina Midiani, Direktur Indonesia Fashion Week yang menjadi mitra dalam mengembangkan warna alam untuk industri mode.
"Warnanya di sini tidak selalu dari tanah saja, tapi dari biota laut juga seperti tinta cumi," tutupnya.
(tty)This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.