DIRJEN Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Tjandra Yoga Aditama menyebut angka kecanduan rokok di kalangan pemuda semakin meningkat sebesar 10-15 persen per tahun.
"Di kalangan remaja berusia 15-19 tahun 2010 sebesar 38,4% laki-laki dan 0,9% perempuan, 20,3% anak sekolah 13-15 tahun merokok. Perokok pemula usia 10-14 tahun naik 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir dari 9,5% pada tahun 2001 menjadi 17,5% pada tahun 2010," kata Tjandra kepada wartawan di Pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Jumat (8/11/2013).
Ditambahkan Tjandra, hal tersebut lantaran faktor lingkungan sekitar yang mendukung. "Alasan pertama kali merokok yang paling dominan adalah karena coba-coba, diikuti oleh pengaruh iklan TV, ingin kelihatan gagah, dan dipaksa teman, Faktor lingkungan keluarga dan masyarakat. Orang tua menjadi panutan dalam memberikan contoh bagi anak-anaknya, data tahun 2009 saja menunjukan 72,4% remaja usia 13-15 tahun mempunyai orang tua merokok," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menceritakan, saat ini perokok remaja di Indonesia menempati posisi ke tiga prevalensi tertinggi setelah Cina dan India.
"Konsumsi produk tembakau di Indonesia yang tinggi dan terus meningkat di berbagai kalangan masyarakat itu menjadi landasannya, jika tidak dicegah akan mengancam kesehatan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia," imbuhnya. (ind)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: