PNEUMONIA masih menjadi pembunuh balita nomor satu di Indonesia. Untuk mencegahnya, tentu harus mengenali terlebih dahulu gejala-gejalanya.
Bila sudah mengenali gejala-gejala dari pneumonia, diharapkan nantinya kita bisa melakukan pencegahan atau penanganan awal terhadap pneumonia.
Prof. Dr. dr. Bambang Supriyatno, SpA (K) dari UKK Respirologi IDAI, Departemen Ilmu Kesehatan Anak (IKA) FKUI-RSCM mengatakan bahwa terdapat beberapa gejala dari pneumonia. Salah satu gejalanya adalah sesak napas.
"Gejala pneumonia di antaranya adalah demam, batuk, napas cepat, napas sesak berupa tarikan dinding dada ke dalam,"ujarnya pada temu media bertema Kenali dan Lawan Pneumonia Pembunuh Balita No. 1 di Indonesia di Demang Resto, Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2013).
Lebih lanjut, Dr. Bambang mengatakan bila anak balita menunjukkan gejala klinis seperti napas sesak berupa tarikan dinding dada ke dalam, maka itu tidak diperlukan lagi rontgen melainkan langsung dilakukan pengobatan. Biasanya memang pneumonia bisa dideteksi dengan cara dirontgen.
"Berdasarkan WHO, cara tersebut 76 persen mendekati kebenaran mendeteksi apakah anak terkena pneumonia,"jelasnya. (ind)