KEBIASAAN merokok adalah penyebab tunggal dari kematian dini dan ketimpangan kesehatan di masyarakat. Ironisnya, penyakit akibat kebiasan buruk ini sebenarnya bisa dicegah dengan gaya hidup sehat.
Sementara itu, sekira 2.300 orang meninggal dunia dini setiap tahun akibat penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan merokok. Misalnya, beberapa penyakit akibat dari kebiasaan merokok adalah penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker.
Berdasarkan fakta tersebut, seluruh ahli di Britania Raya dan Republik Irlandia akan berkumpul di
the Inaugural Tobacco Control Conference yang diselenggarakan
the Public Health Agency (PHA). Konferensi ini dimaksudkan untuk meninjau perkembangan terakhir dan mendiskusikan tantangan utama dan pendekatan dalam mengurangi kebiasaan merokok.
Direktur Kesehatan Masyarakat di PHA, Dr. Carolyn Harper mengatakan bahwa mereka ingin berbagi ide tentang bagaimana cara terbaik untuk mengatasi kebiasaan merokok. Hal ini termasuk membantu orang untuk berhenti merokok dan mengurangi risiko orang lain terhadap dampak kebiasaan merokok.
"Ini memberikan kesempatan untuk berbagi informasi dalam melindungi generasi sekarang dan mendatang dari kesehatan yang buruk, konsekuensi sosial, lingkungan dan ekonomi dari konsumsi tembakau, serta paparan asap tembakau," ujarnya, dikutip
Hscni.
Selanjutnya, dia mengatakan bahwa PHA memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan strategi perawatan pasien diabetes. Selain itu, salah satu tujuan konferensi itu untuk menyatukan mereka yang bekerja sama dalam pengendalian temabakau dan mengindentifikasi kesenjangan dalam pengetahuan saat ini sehubungan pengendalian tembakau.
"Mengurangi prevalensi kebiasaan merokok adalah salah satu tantangan terbesar dalam kesehatan masyarakat. Hal ini karena satu dari setiap dua perokok akan mati muda karena kebiasaan merokok mereka," jelasnya.
(tty)