Singapura, Jam tangan, dasi, atau dompet biasanya menjadi pilihan para istri sebagai kado ulang tahun suaminya. Namun, hal berbeda dilakukan Noriza Othman (49). Di hari ulang tahun sang suami, ia menghadiahkan kado spesial yaitu ginjal.
Sehari sebelum ulang tahunnya, Samsudin Muhammad (49) menerima kado yang sangat istimewa dari sang istri yaitu ginjal. Samsudin didiagnosis gagal ginjal pada tahun 2004 karena tekanan darah tinggi.
Ia sudah menjalani transplantasi ginjal pada tanggal 2 Januari lalu di Singapore General Hospital. Noriza, istri sekaligus donor ginjal Samsudin mengaku gugup sebelum menjalani operasi.
"Saya belum pernah menjalani operasi sebelumnya dalam hidup saya. Saya sangat takut, tapi demi suami saya, saya berusaha menaklukkan rasa takut saya," kata Noriza seperti dilaporkan The New Paper.
Dilansir Asia One, Kamis (14/11/2013), selama sembilan tahun sebelum melakukan transplantasi, Samsudin sudah mendapat perawatan di pusat dialisis di Tampine, Lorong Ah Soo, dan Hougang.
"Saya akan merasa sangat lemah setelah melakukan cuci darah. Jalan saja saya harus berjuang dengan keras. Shift kerja saya juga sudah berubah dari jam delapan malam sampai jam delapan pagi, tapi itu tidak membantu," papar Samsudin.
Biasanya, Samsudin hanya bisa tidur selama dua atau tiga jam setelah cuci darah. Itu berarti, ia akan merasa sangat kelelahan saat menjalani aktivitasnya. Bahkan, Samsudin sempat memberi tahu sang istri jika dirinya ingin pensiun dini.
"Setiap saya melihat dia pulang kerja dengan wajah sangat lelah itu membuat saya sedih maka dari itu saya beranikan untuk mendonorkan ginjal saya," kata Noriza.
Pasangan ini menghadiri perayaan ulang tahun NKF Kidney Live Donor Support Programme cum Launch of Patient Advocacy Programme yang ke-empat di NKF Centre.
(vit/up)
This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.