Melbourne, Infeksi menular seksual paling mengerikan sekalipun seperti chlamydia dan HIV sejatinya mudah sekali dicegah. Bagaimana caranya?
"Bila Anda adalah pasangan yang aktif melakukan kegiatan seksual, maka Anda perlu mempraktikkan seks yang aman. Selalu gunakan kondom, bagaimana posisi seks yang dipakai," saran Dr Marcus Chen dari Melbourne School of Population Health, University of Melbourne.
Selain itu, tiap pasangan juga harus tahu seperti apa gejala chlamydia. Meskipun 80 persen kasus chlamydia tak memperlihatkan gejala apapun, setidaknya bila ada keganjilan yang muncul di tubuh penderita, maka ia dapat mengira-ngira penyakit apa yang tengah menghinggapinya.
Pada wanita, gejala chlamydia antara lain keluarnya cairan dari vagina, ada sensasi terbakar ketika buang air kecil, terasa nyeri saat bercinta, pendarahan meski tidak sedang menstruasi atau pendarahan setelah berhubungan intim, serta nyeri di perut bagian bawah.
"Yang menjadi permasalahan wanita hamil yang mengidap chlamydia dapat mewariskan infeksi itu pada bayinya saat melahirkan. Akibatnya, si bayi bisa kena infeksi paru-paru dan mata," ungkap Dr Chen seperti dikutip dari ABC Australia, Rabu (7/5/2014).
Kendati jarang ditemukan, chlamydia pada wanita juga bisa mengakibatkan arthritis alias radang sendi. Gejalanya seperti sendi yang nyeri, bengkak dan kaku, radang pada mata dan munculnya ruam di kulit.
Sedangkan pada pria, gejala chlamydianya hampir mirip dengan pada pasien wanita. Antara lain keluarnya cairan tertentu dari penis penderita, muncul sensasi seperti terbakar saat buang air kecil, serta testis yang terasa perih dan membengkak.Next
(
lil/vit)