Pages

Kamis, 29 Mei 2014

health.detik
Detik.com sindikasi 
Take the Style Quiz

Join JustFab and get one pair of extraordinary shoes or bag every month, handpicked for you by our fashion experts.
From our sponsors
Perubahan Zaman Juga Pengaruhi Tingkat Kesehatan Lansia Lho
May 29th 2014, 07:08

Jakarta, Menjaga kesehatan fisik memang penting agar tetap sehat dan produktif meski sudah memasuki masa pensiun. Namun ternyata hanya menjaga kesehatan fisik saja tak cukup untuk membuat diri terbebas dari penyakit. Kesehatan mental ternyata juga memiliki peran penting lho.

drg Kartini Rusbandi M.Kes mengatakan bahwa salah satu penyebab lansia mengalami masalah kesehatan adalah faktor kesehatan mental yang memburuk akibat stres. Kesepian menurutur drg Kartini merupakan penyebab terbesar lansia sering mengalami stres.

"Sekarang kan zaman sudah berubah. Dulu satu rumah itu isinya ramai ada nenek, kakek, orang tua, anak hingga cucu. Sekarang satu keluarga anaknya satu, lalu kalau sudah besar sibuk, kerja pulang malam sehingga orangtuanya kesepian dan jadinya stres," tutur drg Kartini di acara Workshop Menuju Pelayanan Kesehatan Lansia Sejahtera di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, seperti ditulis pada Kamis (29/5/2014).

Hal senada disampaikan oleh direktur Bina Upaya Kesehatan Jiwa Kemenkes RI, dr Eka Viora, SpKJ. Dikatakannya bahwa terdapat tiga aspek mental lansia yang sangat terpengaruh oleh perubahan zaman yakni aspek afektif, behavioral dan kognitif.

Aspek afektif dipengaruhi oleh perhatian yang diberikan keluarga. Behavioral atau perubahan perilaku dipengaruhi oleh tingkat aktivitas lansia tersebut. Sedangkan kognitif lebih kepada penurunan fungsi berpikir otak.

dr Eka melanjutkan bahwa pada sebagian kasus, orang tua yang tidak produktif dan tinggal bersama anak akan dianggap pengganggu karena hanya merepotkan dan memberikan beban. Terlebih jika orang tuanya memmpunyai masalah kesehatan.

"Masih banyak yang menganggap lansia itu cerewet akhirnya sering dimarahi dan tidak diajak komunikasi. Ini akan membuat mereka merasa tidak berharga dan akhirnya stres dan depresi," tutur dr Eka di acara yang sama.

(up/up)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
140913_lansiaduduk.jpg (image/jpg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions