Pages

Kamis, 29 Mei 2014

health.detik
Detik.com sindikasi 
Thousands of Free eBooks

BookBub brings you free & bargain national bestselling eBooks in the genres of your choice! Sign up now & join 1.5 million happy readers.
From our sponsors
Sudah Menjaga Kesehatan Sejak Kecil, Pasti Bebas Penyakit ketika Tua?
May 29th 2014, 08:02

Jakarta, Salah satu cara agar tetap produktif dan tidak menjadi beban ketika sudah lanjut usia adalah memelihara kesehatan sejak dini. Pemenuhan gizi yang cukup disertai rutin berolahraga dan tidak merokok merupakan beberapa cara menjaga kesehatan.

Lalu jika kita sudah melakukan hal itu, apakah bisa benar-benar terbebas dari penyakit? drg Kartini Rusbandi M.Kes, Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa memang tidak ada seorang pun yang bisa lepas dari penyakit meski sudah menjalankan pola hidup sehat.

"Tetap ada perubahan degeneratif pada tubuh ketika usia mencapai 40 atau 50an. Penyakit tetap akan muncul namun jika kesehatan terjaga, efeknya tidak akan terlalu parah," tutur drg Kartini pada acara Workshop Menuju Pelayanan Kesehatan Lansia Sejahtera di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (29/5/2014).

Ia mencontohkan misalnya ada seseorang yang mengidap penyakit ginjal di usia 40 tahun. Jika orang tersebut tidak menjaga kesehatan dari kecil, bisa jadi ia akan sering bolak-balik ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah. Sebaliknya, jika kesehatan terjaga, ginjal memang akan menurun fungsinya namun tidak harus sampai ke rumah sakit untuk cuci darah.

"Jadi penyakit yang bisa dihindari kita dihindari, penyakit yang berat jadi terkontrol," sambung drg Kartini lagi.

Dilanjutkan drg Kartini bahwa seharusnya penduduk lanjut usia bisa menjadi adiyuswa, yakni seorang yang tetap produktif dan berprestasi meski sudah berusia di atas 60 tahun. Dengan begitu, orang tua yang sudah lansia tidak akan menjadi beban bagi anak dan cucu kelak.

Data yang dimiliki Biro Pusat Statistik mengatakan bahwa saat ini populasi lansia di Indonesia mencapap 18,2 juta jiwa atau 7,6 persen dari total jumlah penduduk. Diprediksi bahwa pada tahun 2035, jumlah tersebut akan meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 48,9 juta jiwa atau 16 persen dari jumlah penduduk.

(up/up)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
150326_lansiaaa.jpg (image/jpg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions