Pages

Rabu, 07 Mei 2014

Berita Dunia Kesehatan Terbaru, Tips Posisi Seks, Cara Diet Sehat
Berita Kesehatan Liputan6.com menyajikan kabar terbaru dunia kesehatan, tips hidup sehat, cara diet alami hingga posisi gaya seks terpopuler 
Shop Tervis tumblers.

Create a one of a kind personalized gift. It's fun and easy to design!
From our sponsors
Mau Beri Makan, Perusahaan Perlu Pahami Budaya Karyawan
May 7th 2014, 09:00, by Aditya Eka Prawira

Liputan6.com, Jakarta Demi memenuhi gizi para karyawan, sejumlah pabrik sudah menyediakan katering untuk makan siang saat jam istirahat tiba. Namun sayang, masih banyak karyawan memilih jajan ketimbang mengonsumsi makanan yang telah disajikan.

Perusahaan sering lupa bahwa budaya makan tiap orang berbeda. Perusahaan berpikir, karyawan akan menyukai sajian mahal yang diberikan. Inilah yang harus diperhatikan dengan benar sebelum memutuskan untuk memberi makan siang pada karyawan.

"Katering perusahaan menyiapkan sup ayam setiap hari, mengingat perusahaan itu milik Korea. Padahal, karyawan menyukai sayur asam atau lalapan. Budaya makan seperti inilah yang sering dilupakan. Tidak ada salahnya untuk menanyakan terlebih dulu," kata Direktur Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Muchtaruddin Mansyur, SpOK pada Health Liputan6.com saat melakukan `Kunjungan Kerja Dalam Rangka Program MSD for Mothers`di Pabrik PT Honsull Hyun, Kabupaten Subang, Jawa Barat, ditulis Rabu (7/4/2014)

Diakui Muchtaruddin, penanganan untuk gizi pada pekerja tidak mudah. Apalagi budaya antara pemilik perusahaan dan si pekerja berbeda. Ia meminta pada Dinas Kesehatan untuk membantu menemukan cara agar kantin di tiap pabrik dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Menurut Muchtaruddin, bicara mengenai gizi tidak hanya soal kalori. Melainkan juga, rasa, warna, dan tekstur makanan. Misalnya, di Jawa Barat, kebanyakan masyarakat senang dengan makanan bercita rasa pedas. Bila perusahaan menyediakan makanan yang selalu manis, sudah pasti makanan itu tidak akan `disenggol` sama sekali oleh karyawan.

"Katering bagus belum tentu cocok dan sesuai seleranya. Jangan heran bila begitu bel bunyi, karyawan kabur keluar beli bakso di pinggir jalan. Faktor budaya inilah yang harus dipahami. Perusahaan harus peka terhadap budaya yang ada," kata dia menekankan.

(Abd) ;

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
Kemenkes 2.jpg
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions