Pages

Jumat, 28 Februari 2014

health.detik
Detik.com sindikasi 
Looking for something light while keeping you safe and comfortable during extended waterside activities?

Shop New Drainmaker Shoe for Men, Women and Kids at Columbia!
From our sponsors
Tak Cuma Buat Gaya, Transplantasi Janggut Juga Bisa Tutup Bekas Luka
Feb 28th 2014, 00:01

Jakarta, Tak perlu malu atau takut memelihara janggut hispter lagi. Karena belakangan para pria di New York juga sedang keranjingan cangkok janggut untuk mendapatkan penampilan yang berbeda.

Hal ini didasarkan pada keterangan sejumlah dokter bedah plastik di New York. Tak tanggung-tanggung, mereka pun tak ragu untuk merogoh kocek dalam-dalam hanya demi bisa punya cambang di wajahnya. Transplantasi rambut di wajah sendiri menghabiskan biaya mencapai 3.000-7.000 dollar AS (sekitar Rp 35-81,5 juta).

"Dalam kurun tiga-empat tahun terakhir, ada peningkatan jumlah pasien transplantasi tiap minggunya, entah untuk menumbuhkan janggut, kumis atau mereka yang ingin janggutnya makin lebat," ungkap salah satu dokter bedah plastik wajah asal New York, Dr Yael Halaas.

Dr Halaas sendiri mengaku melakukan prosedur semacam ini lebih dari enam kali tiap bulannya. Akan tetapi, Dr Scot Glasberg, presiden American Society of Plastic Surgeons (ASPS) mengingatkan transplantasi rambut di wajah jauh lebih riskan daripada cangkok rambut di kepala karena lebih menyakitkan. "Lagipula transplantasi semacam ini tidak umum karena rambut di wajah jarang rontok," tambahnya.

Kendati begitu Dr Anthony Yuan, dokter bedah lastik asal Michigan memastikan transplantasi ini nyata. "Ini juga valid, terutama bagi pria yang wajahnya mengalami kondisi folikel tertentu. Caranay juga hampir sama dengan transplantasi rambut biasa di atas kepala, hanya saja folikelnya dimasukkan ke dalam lokasi yang berbeda," terangnya seperti dikutip dari Today.com, Jumat (28/2/2014).

Dr Halaas menambahkan prosedur ini dilakukan di bawah pengaruh bius lokal dengan rambut yang diambil dari bagian belakang kepala.

Salah satu pasien transplantasi rambut di wajah ini mengaku ia melakukannya bukan sekadar untuk gaya-gayaan. "Rambut di wajah dan leher saya tumbuh ke dalam karena kesalahan saat mencukur, dan saya pun mulai menjalani terapi pengangkatan rambut beberapa bulan lalu," tutur sang pasien yang bernama Barron Myers (27) dalam email-nya.

Namun setelah menjalani cangkok, tekstur kulit dan penampilan Myers membaik, padahal sebelumnya banyak terlihat bekas lukas dan kulit yang rusak karena rambut di wajahnya yang tumbuh ke dalam.

(lil/vta)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
070226_janggut.jpg (image/jpg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions