Pages

Kamis, 08 Mei 2014

health.detik
Detik.com sindikasi 
The Best Way to Manage your Money.

Start using Mint today to set a budget, track your goals and do more with your money.
From our sponsors
Dokter Keluhkan Ada Ortu yang Tolak Bayinya Dicek Darah untuk Pastikan DBD
May 8th 2014, 07:58

Jakarta, Penanganan demam berdarah dengue (DBD) pada bayi memang tidak jauh beda dengan orang dewasa. Ada prosedur yang harus dilakukan untuk memastikan apakah seorang bayi yang demam tinggi hingga 3 hari berturut-turut terkena demam berdarah, yakni cek darah. Sayangnya masih ada orang tua yang menolak prosedur ini.

"Bayi juga kalau panas 3 hari harus periksa darah, tapi biasanya orang tuanya menolak, atau menganggap sakit biasa, atau kasian lihat anaknya nangis. Tapi lebih baik anaknya yang menangis sekarang daripada nanti orang tuanya yang nangis," kata dokter anak dari RS Persahabatan, dr Tjatur Kuat Sagoro, SpA, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (8/5/2014).

Padahal menurut dr Tjatur, jika terlambat ditangani, bayi bisa kekurangan cairan dalam pembuluh darah. Nah, hal ini bisa menimbulkan pendarahan dan kejang, sehingga harus dirawat di ICU. Karena itu dr Tjatur mewanti-wanti, jika di hari ketiga panas bayi masih tinggi maka harus segera diperiksa.

Apakah anak yang kena DBD mendapat perawatan lebih lama ketimbang orang dewasa? "Tidak juga, tergantung dia datangnya hari ke berapa," ucap dr Tjatur.

Jika anak dibawa ke dokter saat sudah demam tinggi selama 3 hari, maka dokter akan memeriksa trombositnya. Biasanya dokter akan melakukan tindakan intervensi selama 2-3 hari. Dalam kurun waktu itu, umumnya tidak perlu diberikan obat apapun, hanya diberikan cairan. "Tidak perlu antibiotik, hanya obat penurun panas. Di sini kami juga melakukan pengawasan yang ketat, jadi HB HT dll setiap 6-8 jam sekali harus diperiksa, kami melakukan pemantauan ketat," lanjut dr Tjatur.

Anak yang sudah kena DBD, bisa saja beberapa waktu kemudian akan kembali terkena penyakit yang sama. Jika anak terkena DBD, dr Tjatur mengingatkan agar kebutuhan cairan pada anak tercukupi dengan baik.

"Tetap bisa kena beberapa kali, kita bisa beberapa kali kena. Jadi kadang-kadang saya hanya kasih cairan, kadang-kadang orang tua suka bilang sama saya, kalau di tempat lain mereka diberikan obat macam-macam. Kalau tidak terlalu sebenarnya tidak usah diberikan obat banyak-banyak, atau tidak perlu makan segala macam buah dari jambu atau apa. Hanya cairan saja," terangnya.

dr Tjatur juga menyebut demam berdarah saat ini tidak seperti dulu. Jika dulu salah satu tandanya adalah adanya bintik-bintik merah di kulit, namun saat ini tidak seperti itu. "Kalau dulu ada bintik merah, sekarang yang mengalami shock pun belum tentu ada bintik merah di kulit," ujarnya.

(vit/vit)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
150114_bayidokterstetoskop.jpg (image/jpg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions