Pages

Rabu, 07 Mei 2014

health.detik
Detik.com sindikasi 
Build an Online Store

Over 80,000 ecommerce brands trust Shopify. Get started with a 14 day free trial.
From our sponsors
WNI Asal Bali Meninggal Setelah Pulang Umrah, Apakah karena MERS?
May 7th 2014, 05:06

Jakarta, Bagi warga negara Indonesia yang akan umrah ke Tanah Suci diminta untuk mewaspadai Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Apalagi setelah beberapa waktu lalu seorang warga asal Medan yang baru saja pulang umrah meninggal diduga karena penyakit yang disebabkan virus korona itu. Yang terbaru, ada lagi WNI asal Bali yang juga meninggal sepulang umrah. Apakah karena MERS?

KHS (64) WNI asal Medan meninggal dunia pada Minggu (4/5) lalu setelah pulang umrah. Berdasarkan informasi yang diterima detikHealth, seorang WNI asal Bali yang sempat dirawat di RS Sanglah meninggal dunia Rabu (7/5/2014) dini hari. Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengambil sampel tenggorokan dari korban untuk memastikan apakah yang bersangkutan terjangkit MERS.

"Dari 31 orang yang terduga MERS, semuanya negatif. Kecuali yang di Medan, karena meninggal sebelum sempat diambil sampel dan keluarga melarang. Sedangkan yang di Bali meninggal tadi pagi sudah kita ambil sampelnya," tutur Menkes ketika ditemui usai acara Peresmian Mobil Klinik Keliling di Gedung Kemenkokesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (7/5/2014).

Namun Menkes mengatakan bahwa belum bisa dipastikan apakah pasien tersebut meninggal karena MERS atau bukan. Ia mengatakan bahwa untuk mengetahui hal tersebut dibutuhkan waktu kurang lebih 12 jam.

"Untuk mengetahui pasien negatif MERS atau tidak kan butuh waktu kurang lebih 12 jam. Jadi mungkin nanti sore atau malam kita sudah tahu," sambung Menkes yang mengenakan kebaya biru.

Dilanjutkan Menkes, jika memang pasien tidak terbukti negatif meninggal karena MERS, maka untuk mengetahui apakah pasien positif MERS atau tidak membutuhkan waktu dua hari. Menkes pun mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik.

"Tidak perlu panik ya. Dilakukan saja universal precautionnya yaitu menggunakan masker, sarung tangan dan cuci tangan," terang Menkes.

(vit/vit)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Media files:
120805_arabuntats.jpg (image/jpg, 0 MB)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions